Kolom M.u. Ginting: Pemda Dan Budaya
Banyak kejahatan di Bali termasuk Narkoba adalah salah satu perkembangan buruk di mata penduduk lokal Bali. Makin banyak campuran etnis makin tinggi saling tak percaya dalam masyarakat kata Prof. Putnam, terutama kalau mayarakat setempat tak berdominasi lagi. Tetapi, di Bali masyarakat setempat masih berdominasi. Kultur pendatang belum mengambil alih kekuasaan dan pengaruh seperti di Pakpak Dairi atau Simalungun.
Karo bisa membikin Bali sebagai contoh. Pemda Karo khususnya harus aktif ambil bagian dalam menjaga citra Karo di daerah ulayat Karo. Pemda Karo jangan pernah berkolaborasi dengan pendatang atau karena suatu sebab tertentu berada di bawah pengaruh pendatang yang jelas kulturnya berlainan dengan norms and values of Karo .
Contoh Pakpak Dairi dimulai begitu dan berangsur mereka terpaksa hijrah ke Pakpak Bharat. Simalungun hampir terkena jebakan begitu, tetapi lebih waspada dan tak mau bikin kebupaten sendiri sehingga Simalungun tetap bisa utuh sebagai Simalungun, walaupun sudah banyak diantara orang Simalungun sendiri yang menganggap bahwa orang Simalungun sudah menjadi tamu di daerahnya sendiri. Ruang dalam rumah adat Karo. Foto: Rudy Pinem[/caption] Dua suku ini menjadi contoh penting bagi Karo dari segi negatifnya dan Bali dari segi positifnya ditinjau dari sikap pemdanya. Pemenang Pilkada selanjutnya di Kabupaten Karo sudah bisa mengembangkan pemikirannya dalam soal ini, sebagai keharusan dari perkembangan kearifan lokal.