Kolom M.u. Ginting: Pemimpin Yang
Model: Theo Kaban. Fotografer: Ita Apulina Tarigan[/caption] Dalam menghadapi Pilgub Jakarta yang akan datang, sudah ada calon saingan Ahok yang dijagokan oleh pendukungnya, yaitu Adhyaksa. Dimulai dengan berita menggembirakan soal calon ini yaitu dia dilahirkan sebagai pemimpin seperti juga Bung Karno. Ia berlainan dengan tipe pemimpin lainnya yang ’dicetak’, katanya. Ini baru soal kelahiran dan cetakan, yang lebih seru pasti datang. Hahaha . . . Ada satu komentar dia bilang begini: ”Ahok masih pilihan paling realistis. Yang lain hanya sebagai bumbu dan pernak-pernik demokrasi. Karena jika tidak ada lawan, Pilkada DKI pasti ditunda.”
Ada betulnya memang komen ini, supaya Jakarta tidak jadi daerah ke 8 tak ada yang nyalon jadi pemimpin atau jadi saingan incumbent sehingga tak jadi pemilihan. Dengan adanya orang yang dijagokan untuk maju, pesta demokrasi bisa dilaksanakan dengan meriah.
Dari segi lain bisa jug dikatakan bahwa peraturan ini ’ada-ada saja’. Kalau tak ada yang berani maju jadi saingan incumbent karena dirasa pasti kalah juga, atau karena takut nanti jadi sasaran KPK, mengapa tidak boleh incumbent itu meneruskan saja? Bukankah itu saja sudah membuktikan bahwa calon incumbent itu sudah sesuai dan disenangi dan sudah jadi pilihan publik? Model: Masmur Sembiring. Fotografer: Muslim Ramli.[/caption]