Kolom M.u. Ginting: Perempuan
JHT tulis:
- Kebaikan itu diwariskan, bukan disuapkan. Bayak orang yang berkecukupan merasa mewariskan tetapi menyuapkan kebaikan, dan ahirnya sang penerus tidak mampu bertahan karena kita tidak tahu bagaimana kebaikan itu terjadi.
- Banyak orang (terutama penganut patrilinieal) yang ada keraguan untuk mendidik anak perempuannya setinggi mungkin. Karena toh akan ke dapur juga.
- Banyak orang mengumpat generasi Indonesia yang kalah dari negara tetangga, tetapi bagaimana kualitas ibu itu luput dari perhatiannya.
- Sering kali kita memperdebatkan persaingan antar etnis, dan tentunya kualitas manusianya menjadi bahan perbandingan. Mempersiapkan calon ibu, berarti mempersiapkan anak yang akan dilahirkan maka artinya juga mempersiapkan generasi seterusnya. Dalam hal ini, ini pendidikan untuk kaum perempuan begitu penting. [/box] [/slide]
"Sering kali kita memperdebatkan persaingan antar etnis, dan tentunya kualitas manusianya menjadi bahan perbandingan," kata JHT.
Betul sekali memang, termasuk di sini dia tekankan keterlibatan kaum wanita dan pentingnya pendidikan bagi mereka dalam peningkatan kualitas manusianya tadi. Pasti tak adalah diantara kita ini yang masih ragu bahwa kekalahan atau kemenangan dalam ethnic competition selalu ditentukan oleh 'kualitas manusianya' dalam pengertian yang sangat luas selain Darwinian 'natural selection'.
JHT di sini menekankan juga pentingnya peranan wanitanya dalam kompetisi itu.
Sangat berkesan memang dan sangat dibutuhkan keterlibatan kaum wanita untuk kemenangan dan survival suku Karo dalam kompetisi itu. Mengingat juga keterlibatan mereka dalam diskusi ethnic competition selama ini masih sangat minimal. Festival Tari Karo yang dilaksanakan oleh Permata GBKP Depok (2013) dengan mengundang beberapa seniman Karo sebagai juri. Salah seorang diantara Ita Apulina Tarigan yang merupakan Ketua Sanggar Seni Sirulo.[/caption]
Kita mengucapkan selamat dan sukses kepada semua penggiat kultur-budaya Karo dunia itu.
- Sering kali kita memperdebatkan persaingan antar etnis, dan tentunya kualitas manusianya menjadi bahan perbandingan. Mempersiapkan calon ibu, berarti mempersiapkan anak yang akan dilahirkan maka artinya juga mempersiapkan generasi seterusnya. Dalam hal ini, ini pendidikan untuk kaum perempuan begitu penting. [/box] [/slide]
- Banyak orang mengumpat generasi Indonesia yang kalah dari negara tetangga, tetapi bagaimana kualitas ibu itu luput dari perhatiannya.
- Banyak orang (terutama penganut patrilinieal) yang ada keraguan untuk mendidik anak perempuannya setinggi mungkin. Karena toh akan ke dapur juga.