Kolom M.u. Ginting: Rentenir
Salah satu fungsi penting cadangan devisa seperti tersebut di atas ialah membayar utang. Tetapi kok malah utang ditambah? Kepentingan siapa ini kalau bukan kepentingan rentenir internasional? Ini menandakan bahwa di negeri ini masih kuat pengikut rentenir internasional itu.
Rentenir internasional ini sangat pandai menipu pejabat negeri berkembang terutama yang banyak SDAnya. Ini sudah berlaku sejak era Soeharto, sebagai perwakilan utama rentenir internasional di Indonesia.
Sekarang masih banyak wakil-wakil rentenir ini yang sangat setia di Indonesia. Penasihat yang sungguh berada di pihak Jokowi harus bisa menangkis serangan wakil-wakil rentenir internasional ini. Gunakan semua media sosial dan offline, buka semua di atas meja publik. keterbukaan adalah alat utama dalam menangkis semua kegelapan.
Masih banyak rakyat yang tidak mengerti kalau banyak utang tak bisa bergerak bebas. Masih banyak yang tidak mengerti kalau utang itu adalah alat penting bagi luar untuk mengendalikan Indonesia. Masih banyak rakyat yang tidak mengerti kalau di Indonesia masih banyak wakil-wakil setia rentenir internasional, atau dengan kata lain, masih banyak orang-orang gelap pengikut Orba yang ingin Indonesia berada di bawah tekanan utang internasional sehingga tak pernah bisa merdeka dari segi ekonomi.
Sekarang, sangat ada alasan bagi pengikut rentenir internasional ini, karena katanya ekonomi sedang mundur, ditandai terutama oleh naiknya dollar dibandingkan rupiah. Mengapa rupiah turun nilainya? Ilustrasi: DARUL KAMAL LINGGA GAYO[/caption] Dulu ketika krisis finans dunia akhir abad 20, bisa dipahami karena terjadi seluruh dunia, walaupun sebab utamanya ada di USA. Tetapi turunnya rupiah (juga Malaysia dan Thailand) kali ini banyak pengaruh politik perbankan terutama Bank Central USA Fed yang menaikkan rentanya, dollar mengalir ke bank USA dan di Indonesia jadi mahal. Ini sudah sering dilakukan oleh Fed (perlu diingat bahwa Fed adalah prusahaan kaum rentenir USA) bukan milik negara.