Kolom M.u. Ginting: Terorisme Bukan Disebabkan
"Seolah-olah terorisme harus ada, kalau tidak ada, maka tidak ada lagi pekerjaan," kata Din.
Pekerjaan atau proyek ini tentu ada tujuannya, karena tak mungkin bikin proyek tanpa tujuan.
ISIS butuh senjata untuk keperluan dan meneruskan perangnya menguasai SDA dan terus menjual hasil minyak besar-besaran sehingga secara finansial ISIS tak ada soal, termasuk biaya rekrut serdadu dan personalnya di banyak negeri. Dari segi politis ISIS digunakan untuk menahan kemajuan muslim Shia demi kepentingan pihak Arab yang Sunni dan juga Israel. Masuk ISIS umumnya orang-orang kriminal dan anak-anak muda pengangguran/ kriminal dari kantong-kantong miskin kwartir banyak kota Eropah. Orang-orang ini bangga sekali jadi anggota ISIS. Banyak juga anak-anak muda yang polos saja yang tertipu karena iming-iming 'surga' atau gaji lumayan. Daud S. Sitepu bilang: ”Gerakan teroris banyak ditangkal dan tidak banyak aksi mengerikan lagi seperti masa lalu dimana bom banyak meledak merenggut korban jiwa yang jumlahnya banyak sekali”. Betul memang masa lalu banyak ledakan mengerikan, yang sekarang sudah diketahui adalah bagian dari proyek semesta terroris yaitu menciptakan Fear Factor di kalangan masyarakat sehingga lebih gampang dikendalikan secara opini dan sikap politiknya.
Jadi, selalu dipentingkan ialah keselamatan rakyat kita jangan jadi korban ’proyek’ teroris ini.