Kolom M.u. Ginting: Terorisme, Senjata, Bank Dan — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Terorisme, Senjata, Bank Dan

Ekonomi Hukum Kolom ·

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, menilai kinerja Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) selama ini gagal. Bahkan, dia menganggap upaya pemberantasan teror selama ini seolah menjadi proyek.

"Penanganan terorisme harus serius dan sungguh-sungguh. Selama ini, seolah-olah terorisme harus ada, kalau tidak ada, maka tidak ada lagi pekerjaan," kata Din usai memberikan kuliah umum Mahasiswa Pasca Sarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sol, sebagaimana diberitakan oleh Merdeka.com .

Din Syamsuddin terlihat sangat jeli mengikuti perubahan dan perkembangan jaman. Dia menggambarkan perubahan sangat tepat. Dulu terorisme dipandang sebagai ’kesucian’ agama atau ideologi tertentu, seperti pandangan terhadap ideologi ’sosialisme/ komunisme’ atau ’demokrasi dan kebebasan’. Sekarang terorisme dibikin sebagai proyek cari kerja, kelihatannya memang benar juga, tidak lagi se’suci’ dulu.

ISIS adalah tempat cari kerja bagi orang-orang kriminal, dan anak-anak muda yang gampang tertipu dengan iming-iming duit dan senjata di tangan. Seakan-akan punya kekuasaan tak terbatas dengan restu bebas membunuh dan merampok siapa saja yang ’kafir’ yang bukan Islam seperti di Irak dimana banyak suku-suku bangsa minoritas yang punya kepercayaan sendiri atau Kristen.

Soal ISIS sangat jelas tujuan sebenarnya sejak semula yaitu merampok dan menguasai SDA (tambang minyak) di Syria dan Irak. Lantas, mereka disuruh beli senjata canggih untuk perang. Senjata canggih dan perlengkapan perang dibeli dari pedagang senjata internasional, dibeli juga a.l. dari Perancis atas restu presiden Hollande.

Tidak perlu ragu bahwa di belakang pabrik senjata ialah bankir/ rentenir internasional yang cari duit dengan untung berlipat ganda dari perang yang dimana saja bisa dibangkitkan. Hollande kelihatan sial memang, jual senjata ke ISIS kemudian harus membom ISIS, lalu Paris dibom pula oleh ISIS. Katanya balas dendam karena Perancis ikut membomi ISIS di Syria dan Irak. //

Secara politis, ISIS dimanfaatkan untuk menghalangi perkembangan Islam Shia (Iran) di Timur Tengah, demi kepentingan Islam Sunni (Arab) dan kepentingan Israel. Dalam taktik cari profit penjualan senjata ini, Putin juga di’aktif’kan. Putin masih berada di jaman Soviet walaupun dunia sudah berubah. Dia disuruh memihak Assad sebagai boss kuat di ujung satunya dan di ujung lain NATO.

Semua butuh senjata, mudah-mudahan bankir di belakang senjata Putin bukan bankir di belakang senjata NATO. Tetapi, kemungkinan itu selalu ada, mengingat kekuasaan bankir internasional ini bukan main besar pengaruhnya. Juga karena dalam soal duit, semua orang beragama sama.

Kalau ketua MUI Din Syamsuddin mengatakan bahwa terorisme ini sekarang adalah ”proyek”, begitulah proyek itu berjalan dengan semua latar belakangnya yang semakin jelas dalam era KETERBUKAAN. Dulu memang belum jelas sekali soal adanya ’proyek’ ini. //