Kolom Nancy M. Brahmana: Busur Anak
Desa-desa di Karo juga masih banyak sekali yang belum mendapat jatah air dari pengelolaan air Negara. Sawah dan ladang bersedih karena kekurangan air. Kota-kota menjadi suram karena para petinggi hanya memikirkan kepentingan pribadi dirinya. Pilkada menjadi arena tuding menuding dan adu kekuatan serta kekuasaan. Mungkin semua daerah di setiap Negara seperti itu.
Tahun lalu pada tanggal 17 Agustus 2014, Rakoetta Brahmana Centre (RBC) membuat satu acara gendang tradisional di Makam Pahlawan Kabanjahe, mengingat dahulu pada tahun 1952 pernah diadakan acara gendang adat Karo untuk memperingati hari Kemerdekaan RI di Makam Pahlawan Kabanjahe.
Pada acara tersebut kami mengundang para veteran dan menari bersama. Kami ingin mengingat dan menghargai betapa berharganya darah para pahlawan yang memberikan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia. Pelaksanaan acara tersebut mendapat cemoohan dan tudingan yang harus kami terima. Saya ingin sekali jijik dengan mereka yang mencemooh namun saya belajar berbesar hati untuk mengingat bahwa tiap-tiap manusia mempunyai hak asasi atas pemikiran dan dirinya sendiri terutama mulutnya, sehingga saya hanya mendiamkan saja tidak pernah mengusik orang yang selalu mencemooh kegiatan saya. Para Veteran RI yang mengikuti acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2014, di Makam Pahlawan Kabanjahe, yang dilaksanakan oleh Rakoetta Brahmana Centre.[/caption]