Kolom Paulus Jepe Ginting: Liberal Kapitalisme Di Pilkada
Tanpa sadar kita masuk dalam jerat Liberal politik yang mengganden g paham Kapitalisme. Siapa saja punya kapital silahkan ikut. Dari sudut pandang demikian, kita sulit menemukan gagasan besar untuk melakukan perubahan. Etika politik nasional dan kebangsaan kita adalah Pancasila. Demokrasi kesetaraan yang dijiwai oleh musyawarah mufakat memberi ruang secara mufakat sosial bahwa kita mendahulukan dan mendorong orang berkemampuan lebih untuk masuk dalam putaran proses seleksi kepemimpinan politik publik. Melalui cara ini, gagasan besar perubahan dapat lebih terjamin karena mereka yang masuk dalam proses tersebut justru didorong oleh yang lain dengan kesadaran yang logis.
Semua bermuara pada kalkulasi waktu, energi dan finansial. Tak ketinggalan pencitraan demi pencitraan dilakukan secara masif dari waktu ke waktu sampai kita tidak melihat lagi keutuhan karakter, sikap hidup dan cita-cita dari calon. Terbenam dalam gempita pencitraan.
Ini hanya catatan kaki penegas betapa kita lebih bodoh dari keledai. // //