Kolom Salmen Kembaren: 67 Tahun
Apa kebanggan pemuda gereja hari ini? Jangan-jangan hanya sebagai organisasi seperti pipa air, melewatkan air yang berbeda tapi dengan tempat yang sama. Hanya mengantarkan anak-anak yang belum menikah menjadi orang yang telah menikah. Pernyataan ini tentunya akan dianggap terlalu tendensius oleh mereka yang sedang atau pernah menduduki jabatan sebagai pengelola organisasi tersebut. bukan salah pengelola[/one_fourth]
Tapi mereka juga tidak akan dapat berkata banyak karena memang demikian adanya. Menurut saya, itu juga bukan salah pengelola organisasi (pengurus) melainkan banyak kendala yang berawal dari perbedaan persepsi dalam organisasi yang lebih besar. Permata hanya satu dari beberapa unit organisasi Gereja Karo. Jika dihitung-hitung anggotanya tentunya ribuan orang. Bayangkan apa yang dapat dilakukan seribu orang sekali saja dalam setahun. Namun, kuantitas tidak selamanya menentukan kualitas yang tinggi pula.
Apakah jarak dapat kita jadikan alasan mengapa tidak dapat mengelolanya dengan baik? Tentunya tidak, karena sitem komunikasi dan saat ini sudah begitu menghentikan masalah jarak. Organisasinya juga terstruktur baik dari pusat sampai ke runggu n.
Masalahnya dapat dianalisa menjadi dua bagian dengan “analisa sektoral”. Ego sektoral sebagai keadaan dimana masing-masing unit (sector) mengutamakan tujuan dan visi mereka untuk diraih. Hal ini dapat berakitbat kurangnya sinergi antar sektor dalam organisasi yang sama.
Contoh sederhana adalah tidak sinerginya antara pengerjaan jalan dengan pemasangan pipa air misalnya. Begitu jalan selesai diaspal, sebentar lagi perusahaan air minum membelah aspal jalan untuk memasang pipa air.
Hal ini semua terjadi mulai dari lini paling atas sampai ke pribadi anggota. Saya ingat sekali ketika disensus sebagai anggota, ada beberapa kegiatan pembinaan anggota yakni musik tradisi, sosial, olah raga dan paduan suara. Saya tidak tahu program yang mana yang dapat meningkatkan kapasitas saya sebagai pemerhati lingkungan misalnya.