Kolom Salmen Kembaren: Frozen Culture
Memang Medan adalah wilayah asli orang Karo, namun saat ini Suku Karo seolah-olah tamu di rumah sendiri. Bukan tidak beralasan, ketika kam di Kota Medan maka rasa etnis apakah yang paling kuat kam rasakan?
Pertanyaan ini susah dijawab jika tidak diuraikan melalui fisik kota, misalnya gaya arsitek gedung-gedung pemerintahan, ornamen-ornamen kota, taman kota, gapura, warna khas (karakter warna), dan berbagai fisik kota lainnya. Maka, bentuk gedung-gedung sudah bersifat modern tentunya. Dalam hal ini tidak ada suku yang mendominasi.
Ketika beralih ke gedung pemerintahan maka Melayu dan Batak mendominasi. Warna khas Melayu mendominasi yakni hijau kuning, sampai-sampai pot bunga di pembatas jalan. Kalau ornament-ornamen maka Melayu dan Batak juga.
Mungkin anda akan menyangkal bahwa ada berkharakter asli Medan atau Karo, namun sejauh pandangan mata saya dan anda maka tidaklah mendominasi. Kerja Tahun Medan 2015[/caption] Frozen Culture (Yola G.) merupakan keadaan dimana para migrant suatu etnis begitu melestarikan budayanya sedang etnis asli di daerahnya telah bergeser meninggalkan budaya tersebut. Saya tidak sedang ingin membuat emosi kita menjadi meluap. Sebagai perbandingan, dalam Karo Festival misalnya, sebisa mungin panitia ingin menampilkan budaya-budaya Karo yang sudah sangat jarang dipertunjukkan.
Mungkin jawaban kita bersama adalah di Medan. Penguatan ini juga didasari oleh mahasiswa perantau ke Medan. Bukan di Tigabinanga atau Tigajuhar misalnya yang gencar menguatkan permainan ini. Malah yang terjadi sebaliknya, desa-desa mulai meninggalkan permainan tradisional dan beralih ke permainan teknologi yang bersifat individu. Keadaan ini juga merupakan bagian dari kebekuan budaya itu sendiri. Sanggar Seni Sirulo mencoba memecah kebekuan/ kekakuan pesta tahunan di desa-desa Karo dengan menampilkan seni pertunjukan jenis baru yang diangkat dari seni kuno Karo oleh koreografer/ sutradara Juara R. Ginting. Lihat juga video di bawah bagaimana Juara R. Ginting mengkombinasikan seni pop remaja dengan musik klasik Karo.[/caption]