Kronologi Kaburnya 14 Tahanan Dari Cabang Rutan
IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. 14 tahanan Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pancurbatu berhasil kabur kemarin lusa . Informasi yang dihimpun oleh Sora Sirulo di lapangan menyebutkan, diantara 14 tahanan yang lari itu ada tahanan titipan dari Polsek di jajaran Polresta Medan dan juga titipan dari Kacabjari Pancurbatu.
Diduga awal kaburnya tahanan dari kegiatan rutin beribadah setiap Minggu yang dilakukan tahanan beragama Kristen. Tahanan yang telah merancanakan aksi ini mengambil momentum itu sebagai pengalihan agar dapat melarikan diri dari Rutan Pancurbatu.
Tahanan kabur dari pintu depan dengan cara memukul pegawai yang bernama Jefri Ginting yang pada saat itu menjaga sendirian. Kepala Cabang Rutan Pancurbatu (Karyono) saat memberi keterangan pers mengenai kronologi kaburnya 14 tahanan Rutan itu.[/caption]
"Langsung saja ke pihak Rutan," katanya singkat.
Ketika dicecar beberapa pertanyaan, ia pun memilih buka suara.
"Ada beberapa kasus, ada narkoba, cabul tetapi yang banyak kasus narkoba," ungkapnya.
"Setiap Minggu kami melaksanakan acara ibadah kepada tahanan yang Nasrani. Pukul 08.00 (pagi), bahan makanan masuk ke dalam Rutan. Masuk ke Pintu 1 yang dijaga oleh Jefri Ginting. Di saat bersamaan, tahanan yang akan mengambil jatah makanan dan mau beribadah keluar. Melihat Pintu 2 yang tidak terkunci, sekitar 50 orang secara spontan keluar menuju Pintu 2. 15 diantaranya melewati pintu itu dan berhadapan langsung dengan penjaga Pintu 1, Jefri Ginting. Terjadi baku hantam antara 15 orang dengan dia. Bahkan dia disirim dengan air panas. Karena tidak berimbang, kunci berhasil dirampas. Keluarlah 14 orang. 1 orang berhasil diamankannya," papar Karyono.
Dikatakannya bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan membentuk tim.
"Kami evaluasi dan selidiki kelalaian anggota sesuai dengan kode etik pegawai," terangnya.
Ia pun mengeluhkan jumlah tahanan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya.