Kuliner Tradisional: Cimpa
Cimpa adalah penganan khas Suku Karo yang banyak jenisnya: a.l. Cimpa caleh-caleh, cimpa matah, cimpa tuang, cimpa lepat, cimpa bohan, cimpa unung-unung .
Penyebutan cimpa ini berdasarkan bahan, bentuk dan proses perbuatannya.
Cimpa yang paling dikenal diantara orang Karo adalah cimpa unung-unung . Jenis cimpa yang satu ini cukup akrab di kalangan Suku Karo terutama pada saat pesta tahunan (kerja tahun ). Sebaagian kampung-kampung Karo merayakan pesta tahunan bersamaan dengan musim tanam padi ladang (merdang ) sebagian lainnya pada saat padi ladang sedang bunting atau berbunga (erbunga benih ) atau bersamaan dengan musim panen (rani ).
Potongan yang sudah jadi kemudian dibungkus dengan daun rumput wangi yang disebut bulung singkut atau daun pisang dan kemudian dikukus. Kira-kira setengah jam dikukus, cimpa siap dimakan bersama. Sebagaimana sering diucapkan oleh orang-orang Karo, makna sesungguhnya dari cimpa ini adalah kebersamaan. Bukan hanya kebersamaan mengkonsumsinya, tapi juga kebersamaan dalam pembuatannya. Biasanya pembuatannya dilakukan setelah selesai makan siang saat hari H pesta tahunan dan dibuat oleh para ibu-ibu atau muda mudi kampung.