Lagi Antara Nabi Dan
Tanggapan terhadap tulisan Plato Ginting: Beda NABI dengan SENIMAN Teater SIRULO di akhir sebuah pertunjukannya di Lubuk Pakam yang berjudul SIRULO BERTANI ORGANIK[/caption]
Tulisan ini awalnya ketika saya membacanya cukup menarik juga. Tetapi setelah melewati 2 hari ternyata cukup 'mengganggu' hati dan pikiran. Sepertinya penulis dapat dikatakan sebagai 'seniman' sekaligus juga 'nabi'. He he he he …. ini juga hasil imajinasiku yang agak liar. Nabi di sini bukan dalam arti yang ketat seperti di kitab-kitab suci.
Dulu, ketika kami anak remaja/ pemuda Karo di Jogya (tahun 1980-1983), kami lebih banyak bertanya dan berguru kepada abang kami Saulus Peranginangin Pinem kalau kami mau membicarakan karya seni dan seperti apa itu seorang seniman.
Ini termasuk imajinasiku yang liar, lho.
Tulisan terkait: Beda NABI dengan SENIMAN //