Makam Pendiri Kota Medan
10 menit dari Hamparan Perak, rombongan mulai masuk ke Desa Lama. Jalanan begitu sempit. Ada juga warga, yang kita Tanya, tidak mengetahui keberadaan makam putra kebanggan Suku Karo itu. Tapi, kebanyakan warga Desa Lama mengetahuinya.
Kita diarahkan ke suatu tempat dimana jalannya belum beraspal.
“Kebun pisang yang rimbun, itu sebagai tanda jalan menuju makam,” ujar seorang perempuan dari Suku Banjar.
Rombongan menelusuri jalan setapak di kebun pisang. Jalan menuju makam harus melalui ladang warga. Tidak ada jalan umum menuju makam. Akhirnya, tim menemukan makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi, founding father-nya Kota Medan.
Makamnya berupa gundukan tanah setinggi sekitar 30-40 cm dengan panjang sekitar 3-4 m. Tidak ada nisan atau vas bunga. Ia hanya ditandai dengan tumpukan 2 batu di sisi kepala dan kakinya yang menunjukkan arah Utara dan Selatan. Di sebelah Timur ada serumpun bambu dan pohon petai cina. Ada juga tunggakan pohon yang mulai buruk di pinggir makam. Tampak juga taburan bunga yang mulai kering di atas makam. Di sebelah Barat Daya ada tumpukan belasan batu kali. Juga ada tumbuhan depuk-depuk yang tumbuh subur.
“Tidak ada lagi makam orang Karo separah ini,” ujar seorang diantaranya.
“Masya keluarganya juga tidak memiliki niat untuk memperbaiki,” ujar Barus.