Mendaki Gunung, Mendisplinkan
Jalur pendakian kerap tidak begitu jelas dan banyak persimpangan. Jurang terbentang di kiri atau kanan jalan setapak, yang kadang dapat menghentikan rencana perjalanan, belum lagi udara dingin menggigit, sementara oksigen yang kian tipis membuat nafas menjadi lebih berat dan tersengal. Butuh perjuangan keras untuk melakukan pendakian agar mencapai tujuan; yaitu puncak gunung. Seorang yang ingin mendaki gunung diharuskan membawa perlengkapan minimal dalam sebuah tas ransel. Membawa perlengkapan secukupnya artinya kita belajar displin dan terorganisir. Displin membawa perlengkapan yang mendukung keselamatan, displin membawa bekal secukupnya dan meninggalkan hal-hal yang tidak diperlukan selama kegiatan. Tidak malas membawa bekal makanan dan air. Pendaki juga harus belajar mengorganisir isi ranselnya agar tidak berat, karena ransel dan isinya itulah teman hidup pendaki selama di perjalanan
Pemimpin harus orang yang memiliki leadership, karakter kuat, visioner serta memiliki perhitungan yang matang dan pengalaman tentang jalur pendakian. Contoh latihan disiplin yang sederhana saat melakukan pendakian adalah ketika beristirahat. Sangat dianjurkan agar seseorang mengenakan jaket untuk memelihara panas tubuh yang ada. Sebab, sering kali, panas tubuh perlahan menghilang berganti dengan rasa dingin menggigit. Rasa lelah sering kali membuat seseorang malas untuk bergerak membuka tas untuk mengambil dan kemudian mengenakan jaket. Belum lagi kita harus mengeluarkan barang-barang lainnya misalkan peralatan masak. Perjalanan panjang dan track mendaki otomatis menghabiskan energi yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan biasa sehari-hari. Ujiannya adalah apakah kita bisa melawan kemalasan untuk membuka ransel dan mengambil apa yang kita butuhkan.
Kekurangan karbohidrat akan membuat tubuh lemas, lekas merasa dingin. Nutrisi yang buruk atau pas-pasan mengurangi daya tahan tubuh, otot menjadi sulit bergerak sehingga membatasi kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel setelah beraktivitas kerja keras. Ketika kemampuan terbatas, biasanya akan mengakibatkan turunnya moral pendaki. Biasanya di titik ini akan banyak timbul permasalahan. Untuk mendapatkan makanan yang bernergi dan bernutrisi, sesuai dengan perutnya orang Indonesia, paling tidak pendaki harus punya kemampuan memasak walau sederhana. Ketika sudah punya kemampuan memasak di alam, harus bisa mengalahkan rasa capek dan malas. Percayalah, dengan memakan nasi walau lauknya sederhana, keesokan harinya tenaga dan kondisi akan kembali pulih. patuh pada pemimpin adalah juga latihan kepemimpinan[/one_fourth]