Mengapa Jokowi Ketemu Anak Dalam Di Kebun
Nah, komentar-komentar ini menurut saya masih netral dan kritis, karena selanjutnya, seperti kita tahu, komentar-komentar yang nyinyir bahkan sarkasis jauh lebih buuuanyaaakkkkk bagaikan bintang di langit, yang intinya loncat ke kesimpulan bahwa foto-foto Jokowi dengan Suku Anak Dalam merupakan foto rekayasa – alias Suku Anak Dalamnya jadi-jadian dan bayaran – tapi settingnya kurang bagus – masa sih di kebun sawit - sehingga gampang ketahuan. Lingkungan (hutan) tempat tinggal Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBDB)[/caption] Yah, tidak bisa disalahkan juga sih, karena tidak semua dari kita paham siapa itu Suku Anak Dalam. Saya justru menyesalkan Kementrian Sosial, Pemprov Jambi, dan Setneg, yang tidak memberikan informasi tentang kondisi terakhir Suku Anak Dalam, sehingga menjadi boomerang pada saat foto-foto presiden bersama Suku Anak Dalam dipublikasikan.
Apakah saya hebat karena melakukan pendampingan pada Suku Anak Dalam?
Q: Kok ada Orang Rimba di kebun kelapa sawit? Bukankah seharusnya mereka semua ada di dalam hutan?
Kalau kita petakan, saat ini ada 4 tipe Orang Rimba berdasarkan lokasi tinggalnya:
1. Orang Rimba yang masih tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Mereka inilah yang masih mudah mendapatkan akses ke sumber daya alam dan mudah menjalankan adat mereka. 2. Orang Rimba yang terpaksa tinggal di lahan sawit yang dulunya merupakan territorial adat mereka. Dari pengalaman saya, kelompok inilah yang paling kasihan. Paling terlunta-lunta. Mereka masih mencoba mempertahankan adat mereka, tetapi akses ke sumber daya alam sudah tidak ada. Bagi pemilik perkebunan sawit, mereka dianggap sebagai penghuni illegal. Padahal dari persepsi Orang Rimba, perkebunan sawit itulah yang mengambil paksa territorial adat mereka, tempat hidup mereka selama beratus tahun.
4. Orang Rimba yang memang sudah tinggal dan membaur dengan penduduk desa.
Q: Trus, apa hubungan Orang Rimba dengan penanganan korban asap?
Q: Siapa saja yang sudah berinteraksi dengan Orang Rimba?
A: Banyak. Sebagian besar pasti sudah mendengar tentang Sakola , kan? Sakola adalah salah satu NGO yang berdedikasi memberikan pendidikan literasi pada Orang Rimba. Ada juga KKI Warsi , NGO yang lebih dari 2 dekade memberikan pendampingan pendidikan dan kesehatan pada Orang Rimba. Juga tenaga kesehatan, guru, dan petugas taman nasional yang rela ditempatkan di lini depan. Mereka ini luar biasa.
Well, buat saya pribadi, pertama kalinya kedatangan seorang presiden untuk menemui dan berbicara dengan Orang Rimba adalah berkah luar biasa bagi Orang Rimba setelah dilupakan bertahun-tahun. Saat ini permasalahan terbesar Orang Rimba adalah hilangnya hutan untuk mencari kehidupan dan menjalankan adat mereka. Mereka juga butuh akses yang setara pada layanan kesehatan, pendidikan, dan hukum. Terlepas dari pro dan kontra terhadap tawaran solusi dari Jokowi yang dianggap belum mengakomodir aspek adat dan budaya dan akar permasalahan Orang Rimba, dan apa rencana kontigensi bagi Orang Rimba bila di masa yang akan datang hutan sudah tidak ada lagi, setidaknya pintu dialog itu sudah dibuka.
Q: Eh, balik ke pertanyaan awal, jadi kira-kira foto-foto itu asli tidak sih?