Menyusuri Kupang Sampai
Rabu malam saya mendarat di El Tari pukul 22.30 WITA setelah delay di Juanda, Surabaya. Malam di Kupang di bulan November begini sangat indah. Bintang-bintang dan debur ombak di pantai karang sangat eksotis. Bulan November masih dalam masa musim panas, begitu mereka menyebut kemarau. Malam haripun terasa panas dan sangat lembab. Malam itu kami isi perut dengan mie Aceh. Jauh-jauh ke Kupang, seleranya Medan juga. Tentu saja, sama seperti di Medan, hanya warung mie Aceh yang tetap sedia hingga subuh. Pelabuhan Tenau Esoknya Pukul 07.00 pagi, kami mulai bergerak dari Airnona, tempat kami menginap. Matahari sudah terik dan panas membakar kulit. Langsung kami menuju Pelabuhan Tenau. Dari Tenau kita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia Timur dengan kapal.
Istirahat untuk kemudian melanjutkan petualangan esok hari. //