Penanganan Total Dampak Erupsi
Seperti pantauan Sora Sirulo di Kecamatan Patumbak (Deliserdang). Saat aktifitas Sinabung meningkat, debunya sampai ke wilayah Karo Jahé ini. Bahkan saat erupsinya pada tahun lalu, warga harus menggunakan masker dan tidak berani menjemur pakaiannya di luar karena debu yang tebal. Dari pengakuan teman-teman di beberapa kabupaten lainnya seperti Langkat, Binjai, Kota Medan, Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi juga mengalami nasib yang sama.
Dampak erupsi Sinabung ini sangat terasa, baik berupa debu ataupun kenaikan harga komoditi sayuran. Untuk beberapa derah di Provinsi Sumatera Utara, sebagian besar kebutuhan sayur mayur biasanya dipasok dari Datara Tinggi Karo (Karo Gugung ).
Bahkan, seperti telah banyak diberitakan oleh media, erupsi Sinabung sempat beberapa kali mengganggu aktifitas penerbangan di Bandara Kuala Namu International (KNIA). Ini menjadi bukti bahwa Sinabung benar-benar menjadi bencana nasional yang harusnya juga diperhatikan di dalam konteks nasional.
Melalui kontak BBM, Sora Sirulo mencoba mengumpulkan pendapat-pendapat warga di luar Kabupaten Karo, khususnya orang Karo di perantauan. Yose Laurensius Sembiring[/caption]
”Sebaiknya pemerintah benar-benar mensterilkan wilayah Radius 3 Kilometer bahkan hingga 5 Kilometer. Sebagaimana diberitakan oleh Sora Sirulo , jarak sebaran dampaknya semakin hari semakin meluas. Baiknya, wilayah-wilayah yang langsung terdampak (0-5 Km) itu dijadikan saja kawasan hijau sebagai benteng pertahanan menghadapi erupsi di masa mendatang,” kata Laurensius yang sekarang bekerja sebagai staf di salah satu Bank BUMN, Air Molek (Riau).
Hal yang sama juga dirasakan beru Ginting yang juga berjualan di sampingnya.