Pengungsi Dari Zona Merah Sinabung Bersikukuh
"Kalau bertahan tinggal di posko pengungsian, biaya anak kami sekolah dari mana? Sementara warga sudah biasa kerja dan beraktivitas di ladang untuk menambah kebutuhan keluarga. Lagian, di posko pengungsian hanya makan dan tidur saja. Tak ada aktivitas apapun yang diberikan pemerintah,” ujar Langgu Ginting (68) pengungsi asal Kutarayat (Kecamatan Namanteran) kepada Sora Sirulo sambil membuka kedainya. Menurutnya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti uang jajan dan biaya sekolah anak, darimana datangnya kalau tidak bekerja? Para pengungsi terkesan dibiarkan tanpa kegiatan ini berarti mengajari kami malas. Saat ini belum ada solusi dari pemerintah dalam menangani pengungsi yang sudah berbulan-bulan lamanya tinggal di pengungsian. “Kami baiknya pulang. Tidak perlu takut awan panas atau abu vulkanik. Jika memang Tuhan inginkan kami mati, dimanapun kematian itu akan datang meski tanpa awan panas,” ujar warga pasrah. “Rasa bosan pasti ada. Bayangkan saja, setiap hari hanya makan tidur tak ada aktivitas lain yang bisa menambah penghasilan memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau kembali ke kampung bisa berladang sedikit-sedikit dan berjualan. Saya dan istri serta anak sudah gak tinggal lagi di posko pengungsian,” jelas bapak tiga anak ini.
“Lagian, kalau memang mau mati gara-gara Sinabung. Kami sudah tak takut lagi. Dari pada hidup di pengungsian, tanpa ada kejelasan yang pasti dari pemerintah,” ujarnya singkat. Sementara Pjs Desa Kutarayat selaku koordinator posko pengungsian BPPT Jambur Tongkoh khusus warga Desa Kutarayat, Sastrawan Ginting, ketika dihubungi via telepon seluler membenarkan sebahagian warganya sudah ada yang kembali ke desa. “Karena tuntutan kebutuhan keluarga sehingga mereka kembali ke desa. Namun, setiap dua hari sekali mereka kembali ke posko. Ada juga yang setiap sore langsung kembali ke posko. Itulah tuntutan ekonomi yang gak bisa kita tahan mereka. Walau begitu, kami pihak pemerintah selalu memberikan arahan agar jangan terlalu berlama-lama di kampung dan selalu waspada. Karena aktifitas Sinabung tak tentu waktunya,” ujarnya.