Pengungsi Sinabung Belum Mejuah-juah — Sorasirulo
Sorasirulo

Pengungsi Sinabung Belum Mejuah-juah

Stepanus Purba (Medan) Mereka belum mejuah juah . Itulah yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Ya, mereka, saudara kita para korban erupsi Gunung Sinabung, tidak dalam keadaan mejuah-juah .

Meraka saat ini hidup dalam penderitaan yang sangat luar bias dan tiada hentinya. Ada baiknya, sebelum kita berkata mereka mejuah-juah, mari kita sempatkan sejenak melihat langsung dan merasakan langsung menjadi korban saat ini.

Penanganan bencana erupsi Sinabung masih sangat jauh dari harapan kita semua. Pemerintah dalam hal ini sangat jelas terlihat tidak mampu menangani bencana ini sendirian, karena ketidakmampuan sumber daya yang dimiliki Pemkab Karo, baik Sumber Daya Manusia maupun alokasi anggaran.

Sebagai contoh sederhana, saya tidak mengerti apa yamg mendasari pemerintah mengambil keputusan melaksanakan serah terima kunci rumah di Relokasi Siosar untuk warga korban bencana Sinabung tanpa menyediakan lahan pertanian yang diharapkan sumber produksi penghuninya.

Muncullah dugaan seolah-olah Pemkab Karo ingin segera lepas tangan dalam menangani Sinabung. Terkesan memaksakan diri melaksanakan penyerahan rumah, agar terlihat bekerja dengan baik. Jadi, dapat kita simpulkan, hanya pencitraan belaka.

Korban erupsi Sinabung sudah tentu memerlukan rumah. Tapi, apakah rumah yang menjadi kebutuhan utama mereka? Apakah dengan serah terima rumah kepada pengungsi persoalan utama bisa selesai? Kebutuhan pokok pengungsi Sinabung tidaklah rumah yang berdiri tegak, melainkan bagaimana agar sumber produksi mereka bisa kembali bekerja.

Korban erupsi Sinabung butuh dapur yang bisa mengepul, anak anak yang bisa sekolah dengan nyaman, pemuda desa memiliki lapangan kerja. Itulah kebutuhan utama pengungsi Sinabung.

BERSAMBUNG // //