Perdagangan Ramuan Obat Tradisional
Rata-rata kios penjual obat ini juga menjual bahan-bahan bumbu masakan seperti jahe, lengkuas, temu lawak, kunyit, jeruk nipis, jeruk purut, kulit manis, dll. karena rempah-rempah ini adalah juga bahan-bahan obatan. Demikian juga bahan-bahan mengunyah sirih seperti daun sirih, gambir, pinang, dan kapur yang juga menjadi bahan-bahan obatan atau keperluan upacara ritual tradisional. Bahan-bahan ramuan yang dijual di sana bukan hanya yang ditanam di ladang atau kebun, tapi juga yang harus dicari di dalam hutan, seperti peldang raja, gagaten arimo, sibalik angin, siputar balik , dll. Perdagangan obat-obat tradisional seperti ini kita temukan juga di Pusat Pasar Berastagi (Dataran Tinggi Karo), dan Pasar Pancurbatu (Karo Hilir). Menurut laporan-laporan penulis Belanda, perdagangan obat-obatan tradisional di pasar-pasar tradisional Karo telah ada sejak sebelum jaman kolonial. Memang, ekonomi pasar (market economy ) atau pertanian untuk uang (cash crop ) telah berlangsung di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) sejak Pre Kolonial. // //