Pijer Podi Bukan Pijar Podi, — Sorasirulo
Sorasirulo

Pijer Podi Bukan Pijar Podi,

Budaya Hukum ·
Oleh: Steven Amor Tarigan (Medan) Usia Kota Medan yang ke 425 Tahun, banyak perubahan yang telah terjadi. Satu per satu gedung tinggi mulai bermunculan di tengah kota, pemukiman warga mulai bergeser ke arah Selatan. Seiring perubahan itu, perubahan nama suatu kawasan pun ikut terjadi. Seperti halnya kawasan Kesawan yang sebelumnya disebut Kesain pada masanya. Penatapen menjadi Penatapan, Deleng Sibuaten menjadi Deleng Sibuatan, dan banyak nama lainya yang dapat kita inventarisasi.

Apalah arti sebuah nama, istilah atau ungkapan ini sering kita dengar dari orang-orang yang meremehkan dan belum menyadari pentingnya nama yang mereka sandang. Dalam satu kesempatan, saat melewati Fly Over Jamin Ginting, entah mengapa mata melirik ke salah satu plang nama jalan yang disebutkan "JL. PIJAR PODI" padahal sudah lebih puluhan kali melewatinya. indentitas harus dipertahankan[/one_fourth]

Apakah nama jalan tersebut adalah suatu kesalahan redaksi penulisan atau memang ada kesengajaan atau yang lainnya. Kita tidak tahu, dan untuk mendapat jawabannya harus dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait dengan plang nama jalan. Namun, pada satu kondisi, hal ini dapat berakibat buruk karena jika dibiarkan akan menjadi suatu kebiasaan yang dianggap lumrah karena tidak ada protes. Nama sebagai indentitas harus dipertahankan, karena penamaan jalan itu memiliki arti tertentu namun jika dirubah satu kata akan menghilangkan maknanya.

Banyak diantara kita berbicara kinikaron, namun seringkali hanya sebatas opini tanpa aksi. Sebagai contoh nama jalan "Pijer Podi" yang berdiri tegak di tepi jalan Ngumban Surbakti kini telah berubah menjadi "Pijar Podi". Sangat disayangkan.

Di wilayah pemukiman yang mayoritas orang Karo saja bisa terbaikan, apalagi jauh dari wilayah Padangbulan. Mungkin beberapa tahun lagi identitas yang berbau Karo di wilayah Karo akan hilang sama sekali tanpa jejak dan tak dapat lagi dikenali.

Sudah seharusnya orang Karo sebagai pendiri Kota Medan menjaga dan melestarikan apa yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Mari bersama-sama dengan kapasitas masing-masing memberikan teguran santun kepada siapa saja yang mencoba mengubah identitas Karo seperti nama jalan atau tempat.

Tidak saatnya lagi kita harus berdiam diri, tunjukkan kita ada, dan tunjukkan kita bersatu. Salam Mejuah-juah. // //