Beranda / Puisi: Puisi: Budaya · 21 Juli 2015 Oleh: Elisabeth br Barus (Medan) Dalam sepi ku diam merenung dan bertanya namun tiada jawabnya Letih hatiku lelah jiwaku beribu tanya berkecamuk dalam dada apa dan mengapa? Semuanya semu bak fatamorgana Andai kutau jawabnya takkan kubiarkan hatiku lelah menanti jawaban yang tak kunjung tiba Andai mampu kuraih takkan kubiarkan tanganku jauh menggapai Andaikan mampu melupakan semuanya takkan ada luka yang perih Parahnya tiada pernah mampu melakukan semua itu Andaikan ku tak punya rasa mungkin tak sesakit ini Andaikan kubisa Sudah kulupakan semuanya rasa sakit ini Sedang kulupakan juga penyebabnya namun kutak bisa Andai andai dan andai mungkin aku tidak seperti ini..... Ingin rasanya melumpuhkan semua ingatanku agar aku tak ingat apa-apa Ingin kulupakan namun kau mengingatkanku Ingin kubuang namun kau meraihnya kembali setelah itu kau buang hingga hancur lebur tak berwujud Apakah maumu? Belum cukupkah deritaku selama ini? Belum cukupkah? Beri aku jawaban hingga bisa kutata kembali hatiku yang retak Beri aku kepastian hingga ragu dan tanyaku menjadi jelas // // Iklan