Beranda / Puisi: Ibu-ibu Pasar Induk Puisi: Ibu-ibu Pasar Induk Berita terkini Budaya · 25 Juli 2015 Oleh: Elisabeth Barus (Medan) Dalam bias gulita malam kaki menapak menyusuri waktu yang berlalu membalut tubuh dengan baju hangat kaus kaki dan penutup kepala Berlomba dengan malam mengejar impian berjuang demi suap-suapan ke mulut-mulut mungil demi sepiring nasi putih dan secuil belacan bakar serta rebusan jipang muda aihhh.... Perjuangan ini melelahkan namun hidup harus berlanjut walau perut kenyang membuncit tanpa gizi tapi semangat srikandi-srikandi pasar pagi Pasar Induk menggugah nurani demi bocah-bocah mungil demi suami-suami yang hanya menunggu di kede kopi sambil bercatur demi amarah dan bentakan suami-suami beruntung itu Aachh..... srikandi-srikandi pasar pagi Pasar Induk semangatmu hilangkan arti lipstik di bibir pesolek jalanan menghilanglan arti sexy rok mini penjaja cinta menghilangkan seribu nafsu si hidung belang tak terhalang hujan, panas, dan dinginnya malam tiada jua arti penyombong kehidupan semangatmu meninggikan martabatmu cita-citamu dan anak-anakmu Berjuanglah walau kau lelah hingga sampai pada titik perjuangan itu akan usai (buatmu bunda-bunda hebat di Pasar Induk Medan) // // Iklan