Rekonstruksi Pembunuhan Rahma Tanjung
Pantauan Sora Sirulo di lapangan, begitu Polsek Delitua hendak mengadakan rekonstruksi jalannya peristiwa pembunuhan disertai pemerkosaan itu, massa yang datang berjubel, hendak menghakimi tersangka Ikhsan Darmawan alias Wawan. Untung saja, sejumlah anggota Polsek Delitua yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan, berhasil menghalau warga.
Bahkan penasehat hukum tersangka dari Lihardo SH law Office & rekan, yang juga hadir di lokasi, mendapat caci maki dan diperolok-olok oleh warga karena berupaya mengaburkan proses rekonstruksi. Setelah terus diteriaki warga dan keluarga korban, kuasa hukum tersangka memilih untuk meninggalkan lokasi rekonstruksi.
"Seharusnya kami keluarga korban yang ribut, kok pengacaranya itu pula yang buat keributan. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, si Wawan itu keluar dari rumah korban," kata Lili Khairani salah satu keluarga korban.
Kecaman serupa juga dilontarkan Sutiadi paman korban. Menurut pria berperawakan kurus ini, saat Polsek Delitua melakukan pra-rekonstruksi di Polsek Delitua, tersangka Wawan sudah menjelaskan bagaimana tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban.
"Waktu dilakukan pra-rekon di Polsek Delitua, saya sendiri menyaksikan bagaimana Wawan mempraktekkan cara ia membunuh keponakan saya kepada Polisi. Sekarang mau dikaburkan pula oleh pengacara bayaran itu," kata paman korban.
Sementara dalam rekonstruksi yang digelar sebanyak 17 adegan itu, turut disaksikan JPU dari Kejari Lubuk Pakam cabang Pancurbatu, pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan tersangka Wawan, berawal ketika tersangka pada mendatangi kediaman korban dengan mengendarai kereta Yamaha by dailyprize" href="#55867674"> Vega R BK 2071 CP di Jl. Besar Delitua Gg. Suryo, Kecamatan Delitua.
by dailyprize" href="#55867674">Begitu masuk ke dalam rumah korban, Wawan langsung duduk di atas kursi yang berada di ruang tamu. Tak lama kemudian, Wawan kemudian mendekati korban yang sedang berada di dalam kamar. Pada saat itu, korban Niar sedang dalam posisi jongkok di dalam kamar.
by dailyprize" href="#55867674">Kemudian, tersangka merayu korban sambil menyodorkan tanganya untuk salaman. Namun korban tidak terima dan malah memaki tersangka. Mendengar ucapan korban, tersangka menjadi kalap. Tersangka kemudian mengambil pulpen dari sakunya, lalu menikam leher sebelah kiri korban. Saksi mata Lili Khairani menceritakan bagaimana ia melihat tersangka usai melakukan pembunuhan terhadap korban.[/caption]