Relung Kehidupan:
Saran, kritikan yang tajam, akan tetapi tidak mampu berbuat apa-apa adalah salah satu contoh lemahnya SDM itu sendiri. Saya juga berfikir: "Jangan-jangan saya mempersoalkan SDM dan ternyata saya sendiri adalah bagian dari masalah SDM itu."
Di tengah kehidupan yang semakin berlari dengan cepat (yang berleha-leha tentu mendapatkah hasil leha-leha) kita dituntut kreatif untuk berguna bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Kreatif ini sangat penting, karena jika kita memikirkan orang lain setelah kita selesai dengan diri kita, maka untuk hal memikirkan orang lain akan tertunda (tidak ada kata terlambat).
Sikap kreatif yang saya maksud adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan diri sendiri dan secara bersamaan kita juga mencoba menyelesaikan permasalah orang lain. Bagi sebagian orang mungkin hal ini hanya omong kosong, tetapi bagi saya, hal ini bukan hal yang rumit.
Dalam pekerjaan sehari-hari, saya sibuk dengan bekerja-belajar-bekerja. Semakin saya gali, semakin banyak yang harus saya gali lebih dalam dan saya menemukan, untuk melakukan tugas saya secara utuh dan juga cakupan yang luas, maka saya membutuhkan bantuan orang lain. Pada titik ini saya berfikir bahwa saya butuh orang. Kebutuhan tenaga pembantu ini cukup fisik saja, mengukur, mengawasi selesai. Akan tetapi saya memilih bahwa saya bertanggungjawab agar orang yang membantu saya harus memahami kenapa saya membutuhkan bantuan.
Sambil membantu saya, saya mencoba memberikan paparan dengan sederhana agar mudah dipahami. Jadi, ia tidak sekedar menyelesaikan pekerjaan tetapi memahami pekerjaan sehingga ilmu dari setiap kegiatan itu dapat diperoleh dan dapat ditingkatkan. Pengalaman, keahlian dan ilmu itu kemudian disertifikasi dan kemudian dapat digunakan untuk perkembangan karirnya. Saya sampaikan, kita harus berfikir bahwa suatu saat perusahaan tempat kita bekerja bisa saja bangkrut dan tutup. Kita harus siap untuk itu, yakni dengan terus bekerja-belajar-bekerja sehingga keterampilan kita diperlukan oleh orang lain atau perusahan- perusahaan lain. Pendakian Gunung Semeru. Foto: ITA APULINA TARIGAN.[/caption]
KITA TAU UNTUK YANG BESAR ITU SULIT, TETAPI MENGAPA KITA MEMILIH BERHENTI SEBELUM MEMULAINYA? // //