Sekdaprovsu: Catur Karo Adalah Kearifan Lokal Dan Perlu Dibina — Sorasirulo
Sorasirulo

Sekdaprovsu: Catur Karo Adalah Kearifan Lokal Dan Perlu Dibina

Budaya Pariwisata ·
Sekdaprovsu: Catur Karo Adalah Kearifan Lokal Dan Perlu Dibina
BRANDY KAROSEKALI. MEDAN. Sekdaprovsu Hasban Ritonga mendukung upaya Pengurus Besar Persatuan Catur Karo Provinsi Sumatera Utara PB PERCAKA-SU dalam mengembangkan dan menggalakkan kembali catur Karo di tengah masyarakat.

Ini dikatakan oleh Hasban Ritonga saat menerima audiensi pengurus PB PERCAKA SU di ruang kerjanya Kantor Gubsu di Medan .

Hasban mengatakan, permainan by dailyprize" href="#25086704"> lokal asli Sumatera Utara seperti catur Karo saat ini mulai tergerus dengan permainan yang bersifat by dailyprize" href="#44093053"> modern dan internasional. Padahal, dalam permainan ataupun olahraga tradisional tersimpan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan di kembangkan.

by dailyprize" href="#44093053">Menurut Hasban Ritonga, catur Karo adalah aset Sumatera Utara yang perlu dikembangkan. Sebagai sebuah permainan yang tumbuh dari Suku Karo, catur Karo menyimpan banyak kearifan lokal serta perlu dilestarikan dan dikembangkankan; baik di Sumatera Utara maupun di tingkat Nasional.

by dailyprize" href="#44093053">Bahkan Hasban Ritonga mengatakan, catur Karo sebagai salah satu olahraga lokal berpotensi menjadi salah satu cabang olahraga untuk dibina oleh Koni. Sekda menambahkan, pengurus Percaka diharapkan dapat memperbanyak sosialisasi maupun perlombaan di tingkat desa maupun kecamatan dan di komunitas-komunitas masyarakat agar catur Karo kembali digemari oleh masyarakat khususnya bagi generasi muda.

by dailyprize" href="#44093053">Dalam mengapresiasi catur Karo di hadapan paa pengurus Percakasu, Hasban Ritonga didampingi oleh Asisten Administrasi Umum HM Fitriyus, Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sumut Muchlis dan Kabag Agama Biro Sosial Sumut Sudarto Purba.

by dailyprize" href="#44093053">Dalam kesempatan itu, Ketua Percaka Sumut Andarias Barus bersama Sekretarisnya drs. Halomoan dan wasit catur nasional Rahman Ginting mengatakan audiensi ini sebagai upaya memperkenalkan berdirinya organisasi catur Karo yaitu Persatuan Catur Karo Provinsi Sumatera Utara (Percaka SU) Periode 2015-2019.

“Pengurus ini berkomitmen untuk melestarikan catur Karo sebagai asset nilai budaya Karo pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya,” papar anak Barus mergana ini.

Andarias memaparkan leih lanjut, catur Karo adalah permainan seni budaya yang diturunkan oleh leluhur Karo sejak sebelum masa penjajahan. Memang, keberadaannya saat ini mulai memudar di masyarakat Karo, tapi permainan ini diketahui juga dibawa ke Belanda dan menjadi salah satu permainan di sana.

“Jika catur Karo tidak dikembangkan, kita khawatir permainan Catur Karo akan musnah dan diklaim sebagai permainan dari luar nyaris bernasib sama seperti sejumlah kebudayaan by dailyprize" href="#55494401"> lokal Indonesia lainnya yang diklaim oleh negara tetangga,” kata Barus.

by dailyprize" href="#55494401">Selain memperkenalkan catur karo, para pengurus Percaka SU juga sempat mengatraksikan cara bermain catur Karo langsung kepada Hasban Ritonga sekaligus menyerahkan satu set alat permainan catur Karo yang dibuat langsung oleh pengurus PERCAKA SU sebagai cinderamata. // //