Siapa Pejuang Karo Yang Layak Pahlawan Nasional? (2
Dengan cara itu pula terjadi Perang Tanduk Benua selama lebih dari 3 tahun. Kampung (kuta ) Kidupen di Dataran Tinggi Karo tempat tertembaknya Nabung surbakti oleh Belanda.[/caption] Nabung Surbakti yang lahir di Bunga Pariama, sebuah kampung yang didirikan ayahnya di daerah Kecamatan Kutalimbaru (di Kabupaten Deliserdang sekarang). Dia adalah keturunan Surbakti Juma Raja, sehingga ia juga biasa dipanggil Pulu Juma Raja. Dia terus menerus mengajak rakyat memusuhi Belanda. Ia menolak dan menghalangi pembukaan jalan melewati Tuntungan Pasar 10 Kutalimbaru menuju Tanduk Benua tembus ke Jaranguda Berastagi. Ia juga mengajak orang-orang Dataran Tinggi Karo bersama-sama melawan Belanda agar Belanda tidak memperluas perkebunan hingga ke Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung). Oleh karena itu, hingga tahun 1898, Belanda belum mampu ke Dataran Tinggi Karo.
Karena ajakannya dan perlawanannya saat itu, Nabung Surbakti sangat disegani oleh Belanda. Perlawanannya cukup merepotkan Kolonial Belanda. Karena ia juga menghasut rakyat menghalangi dibukanya jalan menuju Kutacane dan Seribudolok. Ia pun dijadikan target oleh Belanda, menjadi musuh utama Belanda. Pesta seni muda-mudi Karo yang tetap hidup hingga sekarang sejak Pre Kolonial. Di masa kolonial dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, acara ini dijadikan sarana penggemblengan dan perekrutan pemuda pasukan berani mati melawan penjajah.[/caption] Melalui provokasi yang dilakukan Belanda dengan tuduhan pembunuh, pemerkosa, pencuri dan sebagainya, maka rakyat mulai terpengaruh dan berangsur-angsur memusuhinya. Apalagi NZG sudah berhasil meng-Kristen-kan orang Karo, membuka jalan Medan – Kabanjahe – Kutacane (1905), membuka sekolah di Sibolangit serta di Lingga, Raya, Batukarang dan Seribudolok; membangun rumah sakit di Kabanjahe dan Lau Simomo (penyakit kusta), mengadakan irigasi di Munte dan Tiganderket, mengajari penduduk bertani di Kuta Gadung, Raya – Berastagi.