Simpang Rambutan Masih Terancam
Padahal, hampir setiap hari mendung melingkupi daerah ini hingga gelap-gulita, seakan hujan deras akan segera turun, namun hasilnya tetap nihil sampai sekarang. Hanya berakhir dengan rintik sekitar 3 menit saja dan mendung terus berlanjut hingga malam. Sumur-sumur warga dan aliran air seperti sungai dan parit sudah menyusut. Banyak warga yang sudah sejak 2 bulan melakukan aktivitas MCK (Mandi Cuci Kakus) ke sungai ataupun parit, Kemarau ini tidak hanya mempengaruhi aktivitas memasak dan MCK saja, tetapi juga tanaman di kebun. Akibat kemarau, petani tidak dapat melakukan pemupukan, yang kemudian berakibat pada penurunan hasil produksi tanaman. Jika kondisi ini terus berlanjut, dapat dipastikan Simpang Rambutan akan dilanda kekeringan. Utamanya lagi, ketersediaan air bersih, karena daerah ini belum memiliki fasilitas untuk menjamin dan memenuhi ketersediaan air bersih. // //