Siosar: Relokasi Pengungsi
Dengan sedikit kesalahan dalam pengertian Siosar, akhirnya kami sampai di Desa Merek (Kecamatan Merek, Dataran Tinggi Karo). Kami terpaksa putar balik kembali ke arah Kabanjahe dan lalu berbelok ke arah Pajak Singa dan seterusnya berbelok lagi ke arah Kacinambun. Dari Kacinambun lah kami menuju Siosar atau, sebagaimana dikenal oleh penduduk sekitar, sebagai Puncak 2000.
Melewati jalur yang kurang lebih 10 Km dari desa Kacinambun. Jalan yang dilalui cukup terjal, naik turun tikungan tajam dengan sisi samping jurang serta kondisi kontur jalan yang masih tanah merah non aspal. Dikelilingi pohon-pohon hutan produksi Kabupaten dengan suhu udara yang sejuk. Tak terdengar hingar bingar kendaraan.
Letih badan ini. Mesin sepeda motor juga sudah ingin pingsan. Namun, sesampainya di sana, terasa sedikit lega dengan melihat 50an rumah relokasi telah siap dibangun untuk Tahap 1. Memang ukurannya tidak seberapa; 5 x 8 meter. Hanya saja, bisa menjadi obat bagi para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.
Bulan Juni-Juli 2015 nanti, sekitar 370 Kepala Keluarga (KK) siap menempati rumah tersebut. TNI yang tiada henti bahu membahu mengerjakan proyek perumahan ini. Suara deru mesin-mesin alat berat semakin nyaring terdengar. Jauh dari keluarga tidak menyurutkan niat mereka tetap semangat menjalankan tugas sebagai abdi negara. Hanya ditemani musik yang disambungkan ke speaker yang membuat suasana agak sedikit santai di Siosar. Renny Febrin Ginting[/caption]