Sirulo Tv: Ahok Betul-betul Nyata Di Den — Sorasirulo
Sorasirulo

Sirulo Tv: Ahok Betul-betul Nyata Di Den

Budaya ·
Foto: KRISTI TARIGAN[/caption] LORETA KARO SEKALI. DEN HAAG. Sebagaimana diramalkan oleh banyak kalangan, Aula Nusantara KBRI Den Haag sangat dipenuhi oleh warga Indonesia yang tinggal di Belanda sore dan malam ini . Semuanya antusias untuk bisa melihat, menyapa dan, kalau ada kesempatan, bersalaman dengan sang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama alias Ahok. Bahkan ada yang tak mampu lagi membendung rasa rindunya kepada Ahok sehingga memeluk dan hendak menciuminya di acara terakhir, saat foto bersama. Pihak keamanan KBRI akhirnya memutuskan membawa Ahok ke gedung sebelah dan mempersilahkan hadirin bergiliran secara kelompok untuk foto bersama Ahok di gedung sebelah. Setiap kelompok terdiri dari 15 orang.

Banyak hal serius dibicarakan dalam sessi tanya jawab, terutama terkait tentang kebijaksanaan-kebijaksanaan Ahok sebagai Kepala Daerah atau Gubernur DKI Jakarta serta maksud dan tujuannya datang ke Belanda. Bukan hanya menjawabnya dengan terang dan santai, tapi Ahok memang menjawabnya secara lugas dan tajam serta sangat jelas didasarkan pada kejujuran dan transparansi. Pada sessi Foto Bersama Ahok di KBRI Den Haag . Foto: PIEN LIEM PURBA[/caption] Kemampuan Ahok menjawab pertanyaan dan menjelaskan apa yang dia rasa perlu dijelaskan bukanlah soal kemampuan berbicara atau berpidato saja, meski dia mengakui bahwa dia pintar berpidato, tapi adalah masalah profesionalisme. Terasa sekali bahwa dia memang turut serta di dalam persoalan/ pekerjaan itu sejak dari paling awal hingga paling akhir. Karena itu, dia sangat mudah menjawab secara spontan semua pertanyaan dan, bahkan, punya kesempatan mengarahkan pikiran pendengarnya sesuai dengan apa yang diiinginkannya. Kehalian berbicara seperti ini hanya dimiliki oleh seorang pemimpin yang pemikir-pekerja.

Dengan begitu, dia telah melakukan perubahan besar di dalam kepemimpinan Indonesia yang biasa cenderung hanyalah Pa Ngatur.

Adapun para warga Indonesia yang tinggal di Belanda mengakui telah lama merasa dekat dengan Ahok karena mengikuti sepak terjangnya lewat media dan berada di pihaknya dalam banyak persoalan sebagaimana di beritakan oleh media. Akan tetapi, baru sekali inilah punya kesempatan betul-betul melihatnya dari dekat. Tidaklah berlebihan bila instink seorang perempuan yang merindukan sosok seperti Ahok ingin sekali memeluk dan menciuminya meskipun itu bisa ditanggapi oleh pihak keamanan sebagai signal tertentu. //