ARISTON GINTING. MEDAN. Karo Festival 2015 yang diadakan selama 3 hari berturut di Lapangan Merdeka (Medan) bukan hanya menjadi ajang tontongan seni tradisi karo, tapi juga menjadi sebuah kesempatan untuk menari ke tengah bagi orang-orang Karo yang umumnya masih sangat lincah menari Karo. Sebagaimana terlihat di tayangan Sirulo TV di bawah, beberapa pemuda menari berpasangan dengan dengan gadis-gadis Karo yang berpakaian secara tradisional. Layaknya di acara muda-mudi di masa lalu di kampung-kampung Karo, seorang pemuda yang menari lebih terampil dari yang lain, langsung menari mendekati para gadis.
Ini bukanlah sebuah perbuatan brutal, tapi sebuah seni pertunjuan yang menarik perhatian penonton. Para penonton merasakan kepuasan para penari.
Sekian tahun Suku Karo tak lagi menari di Lapangan Merdeka ini. Proklamasi Kemerdekaan RI 1945 dapat berlangsung di Lapangan Merdeka ini setelah Selamat Ginting Pa Kilap menyediakan persenjataan lengkap kepada TNI untuk mengawal upacara. Tapi selama ini seolah-olah Suku Karo dipinggirkan terus dan dibuat pula seperti pendatang di Medan.
"Hari ini puas kal landek (menari, red.),” kata seorang pemuda yang berambut agak gondrong kepada Sora Sirulo. //