Sirulo Tv: Simalingkar B Di Tepi Sejarah
Pada saat itu kelihatan bahwa pengembangan terfokus ke daerah ini. Apalagi ada pembangunan komplek perumahan IDI (Ikatan Dokter Indonesia).
Di tengah cepat dan majunya pembangunan di lokasi ini, masyarakat sangat senang karena otomatis angkutan lebih banyak dan lancer. Ini terutama disebabkan oleh pengaruh adanya sekolah Al - Azar tadi.
Tapi ada satu hal sangat lucu yang merupakan celoteh masyarakat, apalagi masyarakat yang paling dekat ke lokasi pekuburan yang dibangun oleh Pemko Medan. Pekuburan ini termasuk elite untuk kalangan menengah ke atas tetapi masyarakat tetap merasa tidak nyaman, karena hampir setiap hari ada ambulans yang masuk ke lokasi itu untuk membawa mayat yang akan dikuburkan.
Namun sekarang suasananya sudah berbeda. Perasaan sudah lebih nyaman karena terbiasa dengan itu.
Adapun Simalingkar B dulunya adalah perkampungan orang-orang Karo merga Gurusinga yang kebanyakan berasal dari Desa Durin Sirugun, dekat Sembahe (Deliserdang). Di masa pre kolonial, wilayah ini adalah bagian dari Urung Sepuludua Kuta Laucih yang wilayahnya meliputi dari sekitar pusat Kota Medan sekarang hingga Penatapen Daulu yang menjadi perbatasan Kabupaten Deliserdang dengan Kabupaten Karo. Urung ini memang rajanya dari merga Karo-karo Purba, tapi kebanyakan kampung (kuta ) di wilayah ini didirikan oleh merga Karo-karo Gurusinga. Ada beberapa yang didirikan oleh Karo-karo Ketaren, Karo-karo Bukit, dan Sembiring Kembaren. Urung Sepuludua Kuta Laucih yang didirikan oleh merga Karo-karo Purba adalah kalimbubu dari Kejurun Sepuludua Kuta Hamparan Perak yang didirikan oleh Sembiring Pelawi, asalnya pendiri Kota Medan yang bernama Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi. Nama wilayah Sepuludua Kuta (harafiah, 12 kampung) memanjang dari pesisir Timur Sumatra hingga ke Dataran Tinggi Karo. Dari laut kita temukan Sepuludua Kuta Hamparan Perak (menganut identitas ganda: Melayu-Karo), Sepuludua Kuta Laucih (Karo), Sepuludua Kuta Berastagi (Karo), dan Sepuludua Kuta Kabanjahe (Karo).