Sopan Atau Tidak Sopan Dalam
Pertanyaannya, apakah dengan melihat gaya berbusana seseorang lantas kita bisa memvonis mereka ‘tidak sopan’?
“Dengan langsung memberlakukan nilai kesopanan yang nota bene adalah nilai-nilai agama Samawi dapat mempersempit upaya kita untuk mengenal keanekaragaman pakaian tradisional serta perkembangannya,” kata Juara R. Ginting (JRG) di dalam merespon tanggapn di atas
Menurut pandangan saya, sesungguhnya ‘sopan’ adalah hal yang relatif. Demikian juga dengan ‘tidak sopan’. Setiap budaya bangsa memiliki standard kesopanan yang berbeda. Ruang dan waktu sangat menentukan sesuatu dikatakan ‘sopan’ atau tidak. Misalkan, kita lihat gaya berbusana artis Hollywood atau Bollywood yang kita katakan “sexy” dan beberapa diantara kita katakan ‘tidak sopan’. Atau wanita yang hanya berbikini di pantai.
Bagaimana pula dengan busana perempuan di nusantara zaman dahulu? Yang membuat saya pun bertanya-tanya, sopan itu seperti apa. Apakah sexy sama rtinya dengan tidak sopan? Sanggar Seni Sirulo menghibur wisatawan gereja-gereja Kalimantan di Museum GBKP Sibolangit[/caption]
Bandingkan juga dengan patung, ukiran, ataupun lukisan pada candi/kuil Hindu – Budha. Ataupun kebudayaan Pre-Hindu – Budha, misalkan patung-patung di Nias. Dimana bagian-bagian tubuh seperti payudara dan alat kelamin ditonjolkan, karena sexsualitas dipandang sebagai sumber kesuburan dan ketenangan. Di lain pihak, agama-agama Samawi menganggap hal-hal seperti ini yang menimbulkan huru hara di dunia. TARTAR BINTANG seusai tampil di Buitenhof, Den Haag (dekat gedung parlemen Belanda, Binnenhof) .[/caption]