Usaha-usaha pembatakan oleh orang 'Batak' kepada suku di luar Batak memang jelas ada. Usaha pembatakan itu bisa saja berhasil kalau suku-suku di luar Suku Batak tidak menjaga jati diri, nilai-nilai budaya, dan bahasa suku masing-masing. Hilangnya sebuah suku di bumi ini dikategorikan apabila tidak ada lagi kelompok/ masyarakat yang memakai adat istiadatnya, budayanya maupun bahasanya. Dalam konteks inilah, menggugah orang-orang dari Suku Karo yang tidak ingin sukunya kelak hilang mengadakan berbagai kegiatan pelestarian budayanya, baik melalui penelitian ilmiah, melalui kegiatan budaya seperti budaya kerja tahun dan lain-lain bahkan seperti yg digalakkan dalam KBB (Karo Bukan Batak) (Sehingga tidaklah berkaitan langsung dengan kepentingan politik lokal maupun agama tertentu).
Suku Karo berjuang untuk menjaga kelestarian nilai-nilai budaya dan bahasa sukunya. Kalau bukan orang Karo siapa lagi? Kalau orang Karo tidak lagi menerapkan budaya Karo dan kalau orang Karo tidak ada lagi memakai bahasa Karo maka dalam pencatatan dunia Suku Karo itu telah punah. dahulu kala Suku Celt ini cukup diperhitungkan[/one_fourth]
Saya selaku orang Karo menganggap apa yang diperjuangkan KBB ini adalah menjaga budaya dan bahasa orang Karo. Tentu kita setuju. Kita tidak mau seperti Suku Celt di Inggris yang telah hilang di masyarakat Inggris saat ini. Padahal dahulu kala Suku Celt ini cukup diperhitungkan diantara suku-suku yang ada di Inggris. Sebelum terlambat, ya, suku Karo tentu harus bekerja keras menjaga jati diri sukunya.
Perlu diingatkan, ribuan suku yang pernah ada di muka bumi telah punah meski keturunan-keturunan mereka mungkin saja secara perhitungan DNA masih ada.