Tak Mengungsi, Tapi Hidup Mereka
RIKWAN SINULINGGA. BERASTAGI. Dataran Tinggi Karo saat ini kondisinya semakin hari semakin buruk. Dampak erupsi tak hanya dirasakan oleh desa-desa yang berada di wilayah Zona Merah Sinabung yang warganya saat ini berada di pengungsian. Para petani yang bermukim di sebelah Timur Tengara Sinabung pun tengah menderita saat ini.
Masalah ini terutama berlaku di wilayah Kecamatan-kecamatan Simpang Empat, Berastagi, Dolatrayat, Barusjahe dan sebagian Tigapanah.
Daerah ini justru sangat menderita sekarang. Udara yang dihirup tak lagi pernah sehat. Bercampur debu vulkanik yang, konon ceritanya, bisa mengendap di paru-paru. Hampir sebulan ini setiap harinya warga menghirup udara bercampur debu vulkanik.
Lebih parahnya lagi, kondisi tanaman yang hancur karena imbas debu vulkanik. Para petani tetap berjuang sekuat tenaga mempertahankan sumber kehidupan mereka. Ada yang langsung menyiram tanaman mereka dengan air seadanya. Ada yang membersihkan tanaman dengan memukul-mukulkan dedaunan. Bahkan ada yang membeli kemoceng untuk menghindari kerusakan akibat goresan pada tanaman saat membersihkan debu vulkanik.
Setelah seharian membersihkannya, tak lama berselang, Sinabung kembali meletus dan menyebarkan debu vulkanik lagi.
"Pasrah dan putus asa. Begitulah hidup kami saat ini. Kami para petani tidak tahu lagi harus bagaimana,” keluh Hino Milala, salah seorang petani di desa Barusjulu.
Lebih disayangkan lagi, sebagaimana dituturkan penduduk setempat kepada Sora Sirulo , belum ada tindakan apapun dari pemerintah terhadap mereka.
by appsave" href="#8939916">“Setidaknya kan perlu ada himbauan atau penjelasan tentang kesehatan atau pemeriksaan kesehatan. Bantuan masker kek. Tak ada sekalipun kunjungan pejabat ke daerah kami. Jangankan bupati atau camat. Penyuluh pertanian sajapun tak ada yang datang terkait masalah tanaman kami terdampak debu vulkanik Sinabung. Padahal kondisi di desa-desa kami sering diberitakan di media sosial dan bahkan di www.sorasirulo.com yang kabarnya dibaca di seluruh dunia,” papar Hino tanpa tedeng aling-aling. Tanaman petani memutih tertutup debu vulkanik. Lokasi: Perladangan Desa Ajijulu.[/caption]
Hal senada dikeluhkan oleh para petani di Desa Sada Perarih (Kecamatan Merdeka).