Terkelin Brahmana saat dialog dengan sejumlah warga etnis Tionghoa Kabanjahe di rumah dinas Bupati Karo.[/caption] B. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Sebagai daerah transit lintasan antar kabupaten dan antar propinsi, transportasi Kabupaten Karo semakin kompleks. Khususnya di Kota Kabanjahe yang kini dirasakan semakin padat akibat pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) korban kebakaran Pusat Pasar Kabanjahe tahun 2008 lampau. Sayangnya, TPS di jalan-jalan inti kota tanpa perencanaan yang matang. Kesannya, proyek kepentingan sesaat sesuai selera penguasa saat itu. Mantan Bupati Karo D.D. Sinulingga meninggalkan warisan permasalahan penanganan penataan kota. Hal itu diperparah lagi dengan menjamurnya sejumlah stasion pembantu bus angkutan kota dan pedesaan.
Melihat kesemrawutan inti kota, warga etnis Tionghoa desak Bupati Karo pindahkan TPS. Sejumlah warga Tionghoa Kabanjahe mendatangi rumah dinas Bupati Karo, Terkelin Brahmana agar memindahkan TPS ke tempat penampungan yang lebih layak dan nyaman.
“Jelang jabatan bapak berakhir, tolong tata Kota Kabanjahe semakin indah, berestetika dan berbudaya. Pindahkan TPS ke tempat yang lebih layak dan nyaman. Jangan dibiarkan bertahun-tahun di badan jalan. TPS sudah berdiri hampir 7 tahun. Kesannya, kota tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ini kumuh dan tertinggal,” ujar Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Karo, Alek Chandra di Kabanjahe.
Bukan saja soal TPS yang mendapat sorotan mereka, sejumlah stasion liar angkutan kota dan pedesaan juga ditenggarai sebagai penyebab kesemrawutan dan kemacetan di Kota Kabanjahe maupun masalah-masalah lainnya menyangkut pembangunan Kabupaten Karo.
"Stasion pembantu bus angkutan kota dan pedesaan juga agar dicari tempatnya di pinggiran kota. Jangan di sembarang tempat yang menggangggu kepentingan umum. Malu kita Kabanjahe identik dengan kota "cowboy". Sepanjang Jalan Kapten Bangsi Sembiring saja untuk parkir sangat susah,” ujar Risno warga Tionghoa lainnya.
Stasion-stasion bus tersebut terdapat di Tugu Perjuangan Jl. Kiras Bangun, persimpangan Jl. Kapten Pala Bangun dengan Jl. Sudirman, bundaran tugu rumah adat Karo depan Tiga Serangkai, depan RM Murni dan seputaran Simpang Empat Jl. Rakoetta Brahmana.
Perlu diingat, beberapa jenis perusahaan angkutan umum dan angkutan barang antar kota yang menghubungkan Medan dengan beberapa kota di Sumatera Utara bagian Timur termasuk beberapa kota di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) banyak yang melintasi Kabanjahe dan Berastagi. Tidak heran kalau kepadatan lalu lintas tidak hanya di seputaran inti kota, tapi malah sudah meluber ke Jl. Letjen Jamin Ginting yang merupakan jalan lintasan utama, baik angkutan pedesaan maupun angkutan kota dan angkutan umum antar kota lainnya.
“Tidak kalah pentingnya, kelanjutan jalan lingkar (ring road) Kabanjahe yang sudah lama diterlantarkan. Padahal sudah milyaran anggaran Pemkab Karo habis untuk pembangunan ring road. Termasuk pentingnya, memekarkan kota Kabanjahe menjadi dua atau tiga kecamatan untuk mengurai kepadatan inti kota,” ujar perwakilan masyarakat Tionghoa di Kabanjahe ini. //
Terkelin Brahmana berjanji, di dalam masa jabatannya yang berakhir 8 bulan lagi, akan menata Kota Kabanjahe dan Kota Berastagi sebagai jendelanya Taneh Karo. TPS dan sejumlah stasion bus angkutan kota dan pedesaan akan ditertibkan.
“Selama ini, saya konsentrasi menangani keluhan-keluhan saudara-saudara kita korban erupsi Sinabung, baik yang direlokasi maupun di seputaran lingkar Sinabung,” ujar Terkelin Brahmana yang maju kembali jadi balon Bupati Karo berpasangan dengan Cory Sriwati Br Sebayang.
Terkelin menjelaskan, setelah menjadi pelaksana tugas (Plt), dia baru beberapa bulan definitif menjadi Bupati Karo. Selama beberapa bulan itu, dia memusatkan perhatian pada masalah benacana Sinabung dan beberapa masalah lainnya di Kabupaten Karo.
“Saya mengapresiasi masukan ini. Dalam waktu dekat, Kota Kabanjahe akan ditata lebih indah dan nyaman termasuk melanjutkan pembangunan ring road Kabanjahe. Hendaknya masyarakat mendukungnya,” kata Brahmana mergana ini. //