Tongkang Tenggelam Di Selat Malaka Tewaskan 2 Tki Asal
IMANUEL SITEPU. DELITUA. Kapal tongkang pengakut kayu yang ditumpangi ratusaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tenggelam di perairan distrik sabak Berenam (Selangor, Malaysia) kemarin , para sanak keluarga dan kerabat dekat korban terlihat sudah mulai memadati kediaman Marta Berutu untuk menunggu kedatangan jenazah dari Bandara KNIA.
"Imformasinya, jenazah adik saya tiba di Bandara sekira Pkl. 3 sore. Makanya kami keluarga siap-siap menyambutnya," kata Jasman Bancin (47) abang ipar korban.
Menurut Jasman, almarumah Marta Berutu baru setahun bekerja di negara jiran Malaysia sebagai pembantu rumah tangga di Alostar Kedah, negara Malaysia.
"Adik saya itu berangkat ke Malaysia pas lebaran terakhir. Dua hari sebelum kejadian naas itu, saya masih berhubungan dengan dia melalui telepon selular," kata Jasman.
Hal senada dikatakan oleh Muslim (47) suami Marta Berutu. Menurut Muslim, ia tidak habis pikir kalau sang istri begitu cepat meninggalkan dirinya dan keempat anak mereka serta seorang cucu.
"Waktu ditelepon, katanya dia akan sampai di Tanjungbalai Jumat Siang. Tapi, hingga sore hari, kami tidak tau lagi kabar istriku. Karena ponselnya tidak aktif lagi," kata Muslim.
Masih kata Muslim, ia beserta keluarga pun baru mengetahui kalau Marta Berutu menjadi salah satu korban kapal tenggelam di perairan Selat Malaka setelah diberitahu majikan Marta Berutu yang ada di Malaysia.
"Majikan istriku yang mengontakku. Dia juga mengaku turut berduka. Dia bilang istriku orangnya baik dan rajin. Dua minggu akan datang, majikanya itu mengaku akan datang ke Medan," kata Muslim sedih. // //