Bapa Laura,
Semasa muda dan remaja pun aku tidak genit-genit amat, bahkan bisa dibilang pemalu atau bahkan penakut terhadap cewe. Meski pun aku mendapat "Beautiful Nande Tigan". Itu hanyalah anugerah dan karunia Tuhan. Aku berpaling ke arah lain sembari melangkah mau menjauh, eh... malah dia mengulurkan tangannya. Kami berjabatan sembari saling memandang lebih lama. Aku ingin memastikan siapa dia. Rupanya dia tahu aku masih belum mengenalnya. Lalu dia menyebutkan namanya: "Debby". Dari dahulu, semasa SMA, aku memang susah mengingat, terutama nama. Makanya aku tidak suka Ilmu Sosial, aku lebih suka Matematika. Kalau wajah, aku masih lebih mudah mengingatnya, tapi nama, wah, sukar sekali. Sangat sering aku kenal wajahnya tapi tidak tahu namanya. Aku pun harus menerima kenyataan banyak orang yang mengira aku sombong karena tidak tahu nama mereka. Itulah nasibku. Ya nasib, ya nasib...
Aku mengangguk, mengiyakan. Lalu dia lanjut mengatakan: "Saya sering baca tulisannya di facebook."