Bijaklah Dalam Membela
Saya langsung berasumsi bahwa masyarakat kita adalah 'masyarakat sekam' yang mudah sekali terbakar. Saya kembali ingat bagaimana orang-orang mencaci-maki pembunuh seorang anak bernama Angeline di Bali beberapa waktu silam. Saya katakan waktu itu (juga melalui facebook), kita mencaci seolah-olah kita tidak pernah menyakiti hati atau mental anak kita, orangtua kita atau saudara sesama kita. Hendaknya komentar saya ini pada waktu itu juga masih relevan dengan konteks yang berbeda dalam hubungannya dengan kasus siswi SMA ini. Saya teringat dalam satu kesempatan, kami para vikaris yang magang di Posko Zentrum Kabanjahe, membawa adik-adik korban erupsi (semuanya perempuan) mengikuti lomba vocal group antar anak Sinabung di lapangan Asrama Kodim Berastagi. Adik-adik ini sangat gigih berlatih nyanyi dan koreografinya hingga pada saat hari perlombaan saya baru tahu, ternyata mereka mengenakan kostum 'rabit datas' dari ide kakak-kakak vicarisnya.