Camino Santiago
Banyak cerita legenda di balik nama Kota Santiago de Compostela, bermula dari murid Tuhan Yesus yaitu Yakobus (anak Zebedeus- untuk membedakan Yakobus saudara Tuhan Yesus) melaksanakan perintah untuk mengabarkan injil ke seluruh dunia. Santo Yakobus mengabarkan injil sampai di daerah Utara Spanyol atau Fenisterre yang saat itu dikira merupakan ujung dunia.
Ketika St Yakobus menjadi mártir dan kepalanya dipenggal oleh raja Herodes Agrippa tahun 44 AD, murid-muridnya membawa jenazahnya dengan menggunakan kapal sampai di Santiago. Pada abad ke-9, seorang suci yang bernama Pelagius mendapat visi. Bintang memimpin dia ke suatu tempat dimana terdapat 3 makam yang diyakini sebagai makan Santo Yakobus dan 2 muridnya.
Pelagius melaporkan penemuannya kepada bishop dan sampai kepada Raja Asturias yang kemudian memindahkan makam ke Katedral Santiago. Hingga saat ini, banyak peziarah mengantri untuk melihat kuburnya. Hari Santo Yakobus diperingati setiap tanggal 25 Juli.
Perjalanan Santo Yakobus merupakan perjalanan suci (pilgrim) dan spritual yang penting bagi umat Katolik setelah Yerusalem dan Roma. Perjalanan ini sangat terkenal pada Abad Pertengahan (sekitar Abad 12) yang dipercayai sebagai upaya penebusan dosa dan banyak terjadi mujizat selama perjalanan. Tetapi, berkecamuknya perang antara Spanyol dengan Inggris dan Perancis serta juga Reformasi Abad 16 mempengaruhi kepopuleran pilgrim ini.
Seperti apa perjalanan St Yakobus atau Camino Santiago ?
9 negara ini terlihat di simbol Santiago Compostela yaitu Kerang (Shell/ scallop ) yang terdiri dari 9 garis menuju 1 titik yaitu Santiago. Simbol ini merupakan petunjuk perjalanan anda. Jika anda melewati tanda ini berari anda berada di rute yang benar. Banyak mitos tentang kerang termasuk merupakan cinderamata para peziarah yang diambil dari pantai lautan Atlantik. Pada dasarnya, minimal perjalanan ini ditempuh dengan jarak 100 km, yang membutuhkan kurang lebih 3 sampai 4 hari perjalanan sampai dengan 800 km perjalanan yang ditempuh sampai 30 hari, tergantung kemampuan dan kondisi fisik masing-masing dari 20 km, 25 km, atau 30 km per hari.
Menikmati Kota Santiago de Compostela dengan makanan khasnya Gurita yang sangat segar dari laut Atlantik, empanada (pai ), dan juga makanan kecil yang beranekaragam di pasar tradisional. Tidak ketinggalan mengikuti misa peziarah di Katedral Santiago Compostela yang terkenal dengan ritual”pengayunan dupa". Konon, saat para peziarah yang telah berhari-hari berjalan tidak mandi mengeluarkan bau tidak sedap sehingga timbul ide untuk membakar dupa dan diayunkan di gereja saat misa. Tempat dupa atau Botafumeiro , merupakan yang terbesar di dunia dengan berat 80 kg, tinggi 1,6 m dan kecepatan ayunan 80km/ jam. Sebelumnya, pengayunan dupa hanya pada hari-hari khusus karena besarnya biaya. Tetapi, pemerintah setempat mengocek anggaran untuk mengadakannya setiap Jumat Pukul 7.30 pm. Pastikan anda datang 1 jam sebelumnya dan tidak membawa ransel untuk diperbolehkan masuk ke gereja ini.
Belum sah rasanya mengunjungi Santiago de Compostela tanpa berjalan kaki menapak Camino Santiago.