Catatan Peziarah (1): 30 Hari Di Negeri The Flying
Mengapa saya katakan berziarah?
Ketika hari pertama mendarat dan langsung menuju Leiden, saya tahu sepertinya perlu waktu lama mengenali kota tua ini. Ternyata feeling saya benar, feeling ini akhirnya menggagalkan semua rencana dan membuat saya hanya mengubek-ubek kota ini hingga 30 hari. Nantinya, setelah 30 hari, saya tahu masih ada yang belum tersentuh dan belum saya nikmati. Saya buka kembali foto-foto dan video yang sudah saya buat, akhirnya terbersit untuk membuat catatan sendiri pengalaman bathin selama melebur diri di Kota Leiden dan Leiderdorp. Pengalaman bathin, perasaan, keterikatan akhirnya membuat saya memilih judul Catatan Peziarah. Di kota Leiden, akhirnya saya bisa melihat Belanda, Indonesia dan dunia dari sudut pandang berbeda. Saya bisa melihat dan merasakan, bagaimana politik dan perang dunia membuat saya, saudara-saudara sesuku dan bangsa kita menghantarkan kita dalam situasi terkini.