Catatan Peziarah (2): Multatuli Di
Di kounter check in Qatar Airlines, saya berikan smartphone dengan tampilan email dari Qatar. Si petugas menatap saya, lalu menatap passport, berulangkali. Wajahnya kelihatan capek. Sebelum saya, ada 3 keluarga berombongan check in dengan 6 orang anak Balita dan mereka terlihat sangat sibuk mengatur kereta bayi dengan berbagai macam tetek bengek. Lalu dia tanya: "Kamu ke Kuala Lumpur terus ke mana?" Saya jawab: "Ke Surabaya." “Mana tiketmu ke Surabaya?” tanyanya lagi. Dia semakin bingung setelah melihat tiket saya bertuliskan SUB – KUL/ KUL – SUB. “Mengapa kamu tanya tiket saya dari Kuala Lumpur?” kataku penasaran. “Itu peraturan, nanti kamu dipulangkan,” katanya lagi. “Saya Indonesian,” kata saya lagi dengan bingung.
….. Aku tidak tahu di mana aku akan mati
Aku melihat samudera luas di pantai Selatan ketika datang ke sana
Dengan ayahku untuk membuat garam
Bila kumati di tengah lautan dan tubuhku dilempar ke air dalam
Ikan hiu berebutan datang berenang mengelilingi mayatku dan bertanya:
“Siapa antara kita akan melulur tubuh yang turun nun di dalam air?”
Sambil memasukkan buku-buku saya bertanya:”Kamu tahu Multatuli?”
“Ya, saya juga baca buku itu,” katanya riang.