Derita Petani Jeruk Guru
Tahun kemarin mereka agak ogah menanam jagung sehingga hanya sebagian kecil dari warga setempat yang menanam jagung dan menikmati harga jagung yang, kabarnya, sangat memuaskan para petaninya. Warga Guru Benua mengharapkan pemasukan tahun ini dari hasil panen jeruk. Tapi, waduh .... situasi dan kondisi panen buah jeruk kali ini sangat mengesalkan mereka. Harga buah jeruk yang biasanya Rp. 8 - 11 ribu/ Kg kini jatuh ke harga Rp. 4 - 5 ribu/ Kg. Selain itu, wabah lalat buah (citcit ) juga menghantui para petani jeruk. Lalat ini menusuk buah-buah jeruk dan membuatnya busuk dari dalam sehingga tidak lagi laku dijual. Seperti terlihat pada foto, buah-buah jeruk yang belum sempat dipanen berjatuhan dari pohonnya karena membusuk setelah lalat buah menusuk daging buahnya dan meletakkan telur-telurnya di sana. Selain mengakibatkan kurangnya jumlah hasil panen secara kuantitas, kondisi begini membuat nilai jual dari buah-buah jeruk yang berhasil dipanen juga menurun. Soalnya, ketahanan buah jeruk dari daerah yang telah terkena wabah lalat buah ini kabarnya juga menurun.
1. Ginting Suka (Sembuyak/ Anak Taneh)
2. Tarigan Gersang (Anak Beru Taneh)