Edukasi & Literasi Keuangan Pt. Bpr Nbp 15 Di
- Dengan belajar menabung anak akan belajar bagaimana mengelola keuangan secara pribadi. Uang jajan yang diterima dari orangtua sudah bisa menentukan seberapa besar yang dibelanjakan untuk jajanan dan seberapa besar ditabungkan. Setelah mendapat penjelasan manfaat menabung ini, anak-anak memutuskan, dari sejumlah uang yang diterima setiap hari, sebaiknya 50% wajib ditabungkan.
- Dengan menabung rutin setiap hari, anak-anak memiliki perencanaan. Akan digunakan untuk apa hasil tabungannya setelah terkumpul banyak? Setelah mendengar penjelasan dari Tim Edukasi, banyak perencanaan yang langsung muncul dalam benak anak-anak ini; diantaranya untuk membantu orangtua dalam membiayai kuliahnya kelak, membeli sepeda, membeli buku, membangun usaha. Bahkan ada yang mengatakan membeli mobil bahkan helikopter (muncul khayalan anak-anak)
- Dengan menabung, anak akan menghargai uang. Setelah beberapa saat menabung, anak akan menyadari bahwa uang yang dikumpulkan semakin banyak. Ini memberikan kesadaran bahwa uang yang sedikit bisa dikumpulkan menjadi banyak. Selain itu, anak juga segera menyadari bahwa untuk mengumpulkan uang memerlukan pengorbanan dan waktu yang cukup lama.
- Dengan menabung rutin setiap hari, anak lebih disiplin. Untuk dapat menabung dengan konsisten diperlukan kedisiplinan menyisihkan uang secara teratur.
- Membuat kebanggaan. Anak akan memiliki kebanggaan jika ia bisa mengumpulkan uang yang cukup banyak dalam waktu lama. Betapa bangganya lagi jika anak bisa membeli sesuatu yang sangat dia inginkan dengan menggunakan uang hasil tabungannya sendiri.
Direktur Utama PT. BPR NBP 15 Berastagi, Bismar Manik, menekankan pentingnya Edukasi & Literasi keuangan ini dilakukan terutama kepada anak-anak sejak usia dini.
Kita lihat sekarang ini, kebutuhan belanja (jajan) anak-anak bukan lagi hanya sebatas makanan kecil (snack) untuk cemilan. Lebih dari itu, teknologi yang “salah guna” dimana anak-anak SD mulai kelas 1 SD (umur 7 tahun) sudah mengerti dengan PS, Internet, Game Online, Hand Phone, dll. Memang belajar teknologi juga perlu namun kadang sudah hampir setiap hari, bahkan sepulang sekolah waktunya habis di tempat tersebut. Tanpa kita sadari kebutuhan uang jajan anak-anak ini meningkat. Biasanya hanya Rp 2.000 cukup, namun dengan bertambahnya pengetahuan mereka akan hal-hal baru, menjadi minimal Rp 5.000/ Hari. Tetap saja untuk jajanan hanya Rp 2.000, namun tambahan untuk PS, warnet, game, Pulsa HP, dll. Rp 3.000.