Ibu Muda Buta Huruf Dari Siantar Digilir Laki-laki Di
Dari Siantar, membekali diri dengan pakaian seadanya, HP serta uang Rp 350 ribu, P pun menggendong putra tunggalnya Rama yang masih berusia 4 tahun pergi ke Medan dengan menumpangi bus. Akan tetapi, setibanya di Terminal Amplas sekira 20.00 wib, P menjadi bingung lantaran baru pertama menginjakkan kaki di Kota Medan. Di sinilah penderitaan P boru Tindaon mulai terjadi. Ketika dia berada di sekitar jembatan Flyover Amplas, tas sandang miliknya berisi uang serta HP dirampok orang tak dikenal. Dengan terpaksa, P dan anaknya malam itu menahan haus dan lapar. Tak lama kemudian, seorang sopir angkot yang pura-pura iba melihat P dan anaknya mempertanyakan apa yang terjadi kepadanya dan ke mana sebenarnya tujuan P bersama anaknya.