Jalan Protokol Tuntungan Pasar X Rusak
Nangsang Surbakti (46) di warung kopinya di Desa Namo mirik (foto) kepada Sora Sirulo menuturkan, jalan protokol ini sangat vital untuk mengangkut hasil bumi seperti kelapa sawit, gelugur, karet, pinang, kelapa, jagung, padi, gula aren, dan tanaman-tanaman palawija lainnya setiap harinya ke Kota Pancurbatu dan Kota Medan. Pemerintahan daerah di sini sepertinya kurang perduli akan kebutuhan masyarakat di sini. Sepertinya daerah ini belum merdeka saja padahal dari daerah sinilah dahulu masyarakat bahu membahu mengusir penjajahan Belanda selama bertahun-tahun yang dipimpin oleh Nabung Surbakti. "Sepertinya daerah kami dianaktirikan oleh Pemkab Deliserdang ini," kata Sarman Tarigan SH selaku pemuka masyarakat menambahkan kepada Sora Sirulo.
Lebih lnjut Sarman memaparkn, sebagai wilayah yang didiami penduduk asli Suku Karo, diharapkan tokoh-tokoh terkemuka Suku Karo bisa berjuang akan rencana ini. "Terutama Bupati Karo terpilih. Walaupun kami bukan masuk wilayah Kabupaten Karo, penduduk di sini semuanya masih memiliki hubungan darah dengan penduduk Karo Gugung," jelas Sarman. E. Roseta Sembiring Selaku Ketua BPD Desa Namomirik beserta warga setempat sependapat dengan Nangsang Surbakti dan Sarman Tarigan.