Karo
Keresahan dan harapan ibu Evelyn Silitonga menanggapi tulisan Abdi Pranata Karo-karo Purba di Sora Sirulo dapat dipahami. Namun, penamaan dan tag line KBB (Karo Bukan Batak) bukan tanpa alasan, yaitu karena sebagian orang non Sumut (orang Minang, Jawa, Sunda, dll), sebagian orang Batak dan sebagian orang Karo sendiri telah terlanjur menganggap orang Karo adalah bagian dari Batak dengan penyebutan Batak Karo.
Karena itu diperlukan tagline yang tegas agar para pihak-pihak tersebut di atas mulai sadar.
Sebetulnya, konten KBB tak lain dan tak bukan berupa mengembalikan marwah dan jatidiri masyarakat Karo yang benar. Kenapa kesannya kok KBB baru akhir-akhir ini ? Penmpilan tari Karo di Tongtong Fair, Den Haag.[/caption] Nama KBB barangkali baru terdengar bergaung sekitar 10 tahun terakhir, namun inti gerakan ini (dengan nama dan person yang berbeda-beda) secara sporadis sebetulnya telah berlangsung puluhan tahun, terutama di luar Sumut, namun tidak segencar dan semassif sekarang ini. Intinya, menyurarakan penolakan dan keresahan orang Karo dikategorikan atau disebut sebagai Batak.