Kerajaan Urung Senembah (bagian 2): Permusuhan
Akhirnya, Ombah Barus lah yang melakukan pengangkatan. Pada saat pengangkatan yang dilakukan oleh 4 raja suku (Khusus Senembah diwakili oleh Ciptaan Deli ) terpilihlah Panglima Pa Sutan. Atas pemilihan itu jugalah, Panglima Pa Sutan memberikan gelar "datuk " kepada ke empat raja suku tersebut untuk "balas budi".
Namun, pengangkatan Panglima Pa Sutan sebagai pengganti Panglima Pa Derap terjadi kekacauan di dalam keluarga Deli.
"Kekacauan ini terjadi karena Panglima Pa Sutan bukan anak dari permaisuri Sampali. Anak permaisuri sampali adalah Umar. Seharusnya, Umarlah yang menggantikan Panglima Pa Derap. Pemberian gelar "datuk" itu juga hanya tipu muslihat Panglima Pa Sutan untuk menguasai Negeri Urung. Gelar "datuk" tidak ada di adat Karo. Itu sudah pengikisan budaya sebenarnya," lanjut Wan Chaidir berkisah.
Setelah terpilihnya Panglima Pa Sutan menjadi pengganti Panglima Pa Derap, Umar yang seharusnya menjadi pengganti Panglima Pa Derap memutuskan untuk keluar dari Deli. Melihat hal ini, Raja Pintosari menawarkan Umar untuk menempati wilayahnya dan menjadi Sultan (Kemudian hari dikenal sebagai Kesultanan Serdang). Selain suaka politik, Raja Pintosari juga menyertakan Undan Surbakti (Urung Sunggal), Raja Marah Dewa Saragih Dasalak (Urung Tanjung Merawa) serta Kejuruan Lumu (perwakilan Aceh). Akhirnya, penabalan Umar menjadi Raja Serdang dilakukan oleh 4 Urung, sama seperti yang dilakukan Deli. Tidak berselang lama setelah itu, Kerajaan Siak menyerang Deli tahun 1730. Deli berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Siak. Akibat kemenangan tersebut, Siak menganggap seluruh Wilayah Raja 4 Urung adalah daerah taklukannya. Hal ini dibantah dengan tegas oleh Raja Pintosari. Raja Pintosari menolak untuk tunduk kepada Siak. Karena penolakan tersebut, Siak dibantu Deli datang menyerang Senembah. Namun Gagal.