Ketika Plastik Tas Mesti
Setelah hari United Nations Climate Change Conference di Paris tahun 2015 lalu, pemerintah Belanda telah menetapkan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2016 akan berlaku pembayaran terhadap kantung plastik yang dibutuhkan pembeli. Mengapa pembeli mesti bayar?
Sebagai pengganti tas-tas plastik ini banyak supermarket kini menjual/ manawarkan tas-tas yang terbuat dari jute, itu pun jika pembeli butuh. Atau diberi gratis kepada pembeli jika berbelanja hingga sekian euro. Apakah penerapan ini akan berhasil di Indonesia? Masih perlu kita ikuti perkembangannya. Dari apa yang dilaporkan di media sosial, ternyata di 2 hari pertama para penjual di Idonesia langsung memasukkan barang ke kantong plastik tanpa bertanya lebih dahulu, atau tetap memberikannya gratis seperti yang diinformasikan. Bila cara seprti ibni dibiarkan terus, jelas tidak akan berhasil mencapai ujuannya. Apakah reklame atau iklan peraturan ini juga mempengaruhi? Silakan pembaca bandingkan sendiri. Jika kita bandingkan iklan di atas dengan iklan di kann ini, jelas maknanya berbeda. Di Belanda benar- benar memotivasi agar membawa tas sendiri, di Indonesia mengajak diet. Siapa yang mesti diet?